Ini Penyebab Kapal Kontainer di Terusan Suez Kehilangan Navigasi
Citra antrean akibat kapal kontainer Ever Given terjebak di . (Ilustrasi: Twitter)

Elangnews.com, Jakarta – Kapal kontainer yang melintang hingga membendung Terusan Suez di menyebabkan dunia melonjak. Salah satu kanal transportasi laut tersibuk di dunia ini menyebabkan pengirimkan barang ke sejumlah negara tujuan terhambat menunggu normal.

Kapal raksasa Ever Given sepanjang 1.312 kaki yang mampu membawa lebih dari 220.000 ton muatan ini dalam perjalanan dari menuju terdampar saat memasuki terusan Suez pada Selasa (23/3/2021).

Otoritas Mesir menyebutkan kapal milik Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) ini kehilangan navigasi menyusul badai debu. Debu yang sangat pekat menyebabkan pakal kehilangan arah karena jarak pandang yang terbatas dan sapuan badai yang sangat kencang.

Akibatnya kapal kandas yang menyababkan haluan dan buritan sama-sama menempel ke arah daratan. Praktis, kapal kecil pun tak bisa melewati kanal.

Baca Juga:   Kebencian kepada Keturunan China Meningkat di Amerika

Dikutip dari Vox.com, terusan Suez yang dibangun pada 1869, menyediakan salah satu rute maritim terpendek antara Asia dan Eropa dengan menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah. Terusan Suez juga memungkinkan kapal memperpendek jarak danmeminimalisir biaya angkut dengan menghindari keharusan berkeliling ujung Afrika.

Sekira 80 persen perdagangan dunia berjalan melalui laut dan sekitar 12 persen bergerak melalui Terusan Suez. Terusan Suez juga merupakan rute penting bagi kapal tanker yang mengangkut gas dan .

Ini Penyebab Kapal Kontainer di Terusan Suez Kehilangan Navigasi

Dalam upaya meningkatkan lalu lintas, pemerintah Mesir melakukan perluasan Kanal senilai USD8 miliar pada tahun 2015. Juga mengekstraksi 260.000 ton pasir untuk membangun saluran baru dan memperdalam serta memperluas bagian kanal lama. Pada tahun 2020, sebanyak 19.000 kapal melewati kanal dan lebih dari 50 kapal sehari.

Baca Juga:   Terusan Suez Tersumbat, Harga Minyak Naik

Artinya, kapal raksasa yang memblokir kanal selama lebih dari 24 jam berpotensi menyebabkan gangguan besar pada perdagangan global. Misalnya, para ahli memperingatkan penyumbatan bisa berdampak langsung pada pelabuhan di wilayah lain di dunia yang bergantung pada kargo yang melewati Terusan Suez.

“Ini meningkatkan risiko bahwa kita mungkin melihat kemacetan pelabuhan tambahan di pelabuhan Eropa dalam minggu depan,” Lars Jensen, kepala eksekutif di SeaIntelligence Consulting, yang menganalisis industri perkapalan, mengatakan kepada Reuters. (Yat/Red)