Enam Drone Pemberontak Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Kilang diserang 6 . (Sumber: bloomberg)

Elangnews.com, Riyadh – Kilang minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi kembali mendapat serangan dari pemberontak Houthi. Kali ini, enam drone menghantam kilang tersebut hingga menyebabkan kebakaran, Jumat (19/03) waktu setempat.

Pihak Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan, bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pasokan minyak Saudi Aramco juga aman.

Meski demikian, serangan drone pemberontak adalah tindakan yang harus dilawan. Pemerintah Arab Saudi mengutuk keras aksi yang dilakukan Houthi.

Houthi mengklaim bahwa serangan enam drone tersebut dilakukan mereka sebagai bentuk perlawanan. “Pasukan kami melakukan operasi hari ini. Dengan enam drone yang menargetkan perusahaan Aramco di ibu kota musuh Saudi, Riyadh,” kata Yahya Sarea, juru bicara militer Houthi, seperti dikutip dari aljazeera.com.

Baca Juga:   Ini Drone Penghancur, Dipakai Tentara Inggris di Mali

Sarea mengatakan operasi melawan Arab Saudi akan berlanjut dan terus melancarkan agresi. Dia juga memperingatkan agar perusahaan dan warga asing, menghindari situs militer dan infrastruktur utama Arab Saudi.

Sebagai informasi, konflik antara kelompok pemberontak Houthi dengan Arab Saudi bermula sejak 2015 lalu. Saat itu pemberontak Houthi berhasil melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Lalu, Hadi mengumumkan Aden sebagai ibu kota sementara Yaman.

Baca Juga:   Terusan Suez Tersumbat, Harga Minyak Naik

Hadi juga meminta bantuan Arab Saudi, negara-negara Teluk hingga PBB untuk memulihkan kekuasaannya di Yaman. Arab Saudi menyanggupi permintaan Presiden Hadi dan memulai serangan udara ke Yaman.

Serangan tersebut terkenal dengan operasi militer bernama “Aashifatul Hazm” (Operasi Penghancur). Arab Saudi menghujani bom dan rudal ke pemberontak Houthi.

Dendam pemberontak Houthi atas serangan militer Arab Saudi terus membara. Dengan jumlah anggota yang tetap ada ditambah dukungan dari Iran, hampir setiap tahun pemberontak Houthi mengirimkan rudal ke kilang Aramco.
(tup/red)