Demonstrasi Hari Perempuan Dunia, Polisi Represif Bubarkan Pengunjuk Rasa
Pengunjuk rasa di di . (Sumber: Reuters)

Elangnews.com, Mexico City – Hari Dunia atau International Women’s Day diperingati oleh semua masyarakat, dengan cara yang berbeda-beda. Salah satunya dengan melakukan pawai dan aksi demonstrasi damai. Hal inilah yang dilakukan para aktivis si Mexico City.

Ribuan peserta aksi yang didominasi para perempuan tersebut, meramaikan pawai di ibu kota Meksiko pada hari Senin, (9/3). Tak berselang lama, demonstrasi pecah.

Polisi bentrok dengan peserta aksi. Petugas memaksa mundur pengunjuk rasa dengan gas air mata dan perisai anti huru hara di alun-alun utama ibu kota, Zocalo.

Baca Juga:   [OPINI] Perjuangan Keterwakilan Perempuan di Era Milenial

Beberapa petugas anti huru hara menggunakan perisai mereka untuk menghalangi pengunjuk rasa memasuki kawasan National Plaza. Dikutip dari media setempat, El Universal, para demonstran membakar perisai beberapa petugas polisi, meskipun langsung padam.

Setidaknya 15 petugas dan empat anggota masyarakat terluka. Di samping itu, pihak kepolisian juga menahan jurnalis dan orang banyak.

Aspirasi pengunjuk rasa kepada pemerintah sebenarnya sederhana. Yaitu, mengatasi catatan buruk Mexico atas pembunuhan perempuan, yang sering disebut sebagai dan kekerasan berbasis gender.

Baca Juga:   Hari Perempuan Sedunia, 8 Penyanyi Wanita Gelar Konser Virtual

Pasalnya, angka korban femisida di Mexico cukup tinggi. Sekitar 939 wanita telah menjadi korban femisida di 2020.

Sebelumnya, para aktivis perempuan menuding Presiden Andrés Manuel López Obrador mengabaikan masalah kekerasan terhadap perempuan. Tahun lalu, Mr López Obrador mengklaim masalah femisida sengaja dimanipulasi oleh para kritikus pemerintahannya.
(tup/red)