myanmar
Ilustrasi gambar: Elangnews.com/rar

ELANGNEWS.COM, – Kematian yang berusia 19 tahun saat mengikuti aksi damai 3 Maret 2021 yang lalu, sudah terlanjur menjadi ikon bagi aktivis pro Myanmar. Pemicu aksi-aksi demonstrasi besar selanjutnya.

Sehari setelah kematian alias Kyal Sin, Kepala Michelle Bachelet merilis bahwa pasukan Tatmadaw atau angkatan bersenjata Myanmar telah menewaskan lebih dari 50 orang dan menangkap 1.700 aktivis sejak protes harian dimulai setelah militer menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih pada 1 Februari.

Tekanan terhadap pimpinan Jenderal semakin membesar. Tewasnya Angel setelah ditembak mati di bagian kepala saat menghadiri demonstrasi menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, pada 3 Maret 2021 itu telah memicu kemarahan di barat dan telah dikecam oleh sebagian besar negara demokrasi di Asia. Amerika Serikat dan beberapa negara barat lainnya bahkan telah memberlakukan sanksi terbatas pada junta.

Baca Juga:   Junta Militer Myanmar: Rusia Teman Sejati

Untuk menjalin kembali hubungan baik dengan barat, junta Myanmar diketahui menyewa jasa dari perusahaan Dickens & Madson Canada. Perusahaan pelobi tersebut akan membantu komunikasi junta militer dengan AS dan negara lain, yang banyak “salah paham” dengan situasi dan sikap junta militer di Myanmar.

Seperti dikutip dari Reuters, junta Myanmar mempekerjakan jasa Ari Ben-Menashe, seorang pelobi Israel-Kanada dan mantan pejabat intelijen militer Israel, sebelumnya dia juga mewakili Robert Mugabe dari Zimbabwe dan penguasa militer Sudan.

Dalam percakapan langsung dengan Reuters pada Sabtu (6/3), Ari Ben-Menashe mengatakan Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar sejak 2016, telah tumbuh terlalu dekat dengan China. Kondisi ini tidak disukai para Jenderal Myanmar. “Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan AS daripada mencoba lebih dekat dengan China,” kata Ben-Menashe. “Mereka tidak ingin menjadi boneka China.”

Baca Juga:   Cawe-cawe Menlu Retno di Penanganan Konflik Myanmar

Ben-Menashe juga mengatakan dia telah ditugaskan untuk menghubungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mendapatkan dukungan mereka atas rencana pemulangan , minoritas Muslim.

Ben-Menashe melalui wawancara telepon dengan reporter Reuters mengatakan akan dibayar dengan biaya yang dirahasiakan jika sanksi terhadap junta militer Myanmar dicabut. (trd/red)