Cara Warga Myanmar Menentang Kudeta Militer Lewat Tato
sebagai bentuk perlawanan masyarakat Myanmar. (Sumber: CNN)

Elangnews.com, Naypyitaw – semakin beringas menghadapi para yang menolak . Bahkan ada perintah kepada pihak kepolisian Myanmar, untuk menembak mati demonstran anti kudeta.

Masyarakat pun semakin banyak yang gerah dengan cara junta militer memperlakukan para aksi demonstran. Ada cara unik yang dilakukan masyarakat untuk menentang pemerintah junta militer, yaitu dengan membuat tato.

Seperti dikutip dari CNN, tato dijadikan sebagai bentuk perlawanan warga Myanmar. Uniknya, antusias masyarakat cukup tinggi menggunakan tato.

“Tato merupakan kenangan abadi sepanjang hidup Anda, dan cara untuk mengekspresikan impian kami. Tato tidak bisa dilepas dan karena itu menunjukkan solidaritas kami. Itu menyatukan kami para pengunjuk rasa,” kata Htun Htun, warga Nyaung Shwe, berasal dari Yangon.

Baca Juga:   Ini Antisipasi Perusahaan Taiwan agar tidak Dibakar Demonstran Myanmar

Htun Htun adalah satu dari sekitar 70 orang yang mengikuti aksi protes tato di Nyaung Shwe pada hari Jumat. Acara yang diorganisir oleh kelompok pemuda lokal dari etnis minoritas Intha ini mengundang warga untuk membuat tato. Mereka menggalang dana bagi gerakan pembangkangan sipil atau CDM.

Delapan penato membuat tato untuk peserta dan dipungut minimal $2. Setiap tato membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk diselesaikan.

Baca Juga:   Video Call dengan Junta Myanmar, Menlu Retno Minta Bebaskan Aung San Suu Kyi

Ada pilihan empat gaya tato, yaitu wajah pemimpin yang digulingkan , kata-kata seperti “Spring revolution,” “Kabar Ma Kyay Bu” (kita tidak akan lupa sampai akhir dunia) dan “salam tiga jari”.

“Saya mendapat tato karena saya mencintai Aung San Suu Kyi dan mengagumi orang-orang yang berdiri dan menderita di bawah kediktatoran. Untuk membuat tato itu menyakitkan tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit hati kita (akibat kudeta). Saya ingin kita kebebasan kembali, “kata Moh Moh, peserta berusia 26 tahun.
(tup/red)