Biden VS Putin, Hubungan Moscow–Washington Memanas
Presiden Rusia dan Presiden . (Elangnews.com)

Elangnews.com, Jakarta – Tensi hubungan dua pimpinan negara adidaya, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden semakin memanas. Hal ini terjadi setelah Biden secara terang-terangan menyebut Putin sebagai pembunuh.

Biden juga menuding Putin cawe-cawe di Pemilihan Presiden AS 2020 kemarin. Dugaan ini sempat menguat di akhir 2020, ketika Putin ragu-ragu menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Biden sebagai Presiden AS, meskipun hasil hitung cepat sudah selesai dilakukan.

Baca Juga:   Gejolak Myanmar Meningkat, Menlu Cina Telepon Menlu Indonesia

Berdasarkan laporan Director of National Intelligence (DNI), badan intelijen AS, Rusia diklaim turut campur untuk memenangkan Donald Trump di . Putin bahkan mengatur kegiatan Adriy Derkach, Anggota DPR Ukraina yang memiliki hubungan dengan intelijen Rusia.

Memanasnya hubungan Moscow–Washington ini menyebabkan Putin meminta Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, balik kanan dari negara Paman Sam. Kondisi ini akan menimbulkan krisis hubungan diplomatik Rusia dan AS.

Baca Juga:   Ini Sanksi Presiden AS ke Pimpinan Militer Myanmar

Pihak Rusia pun mendesak Biden meminta maaf kepada Putin. Jika tidak, hubungan AS dan Rusia bisa berujung pada konflik.

Dikutip dari Reuters, Putin sampai menantang Biden untuk debat publik secara daring. Putin siap membahas kelanjutan hubungan bilateral Rusia dengan AS. Hubungan AS dan Rusia ini, dinilai menjadi titik terendah pasca Perang Dunia kedua.
(tup/red)