Berkonflik dengan Saudara Tirinya, Raja Yordania Larang Wartawan Liput Keluarga Istana
bin al-Hussein al Hashimi

Elangnews.com, Jakarta – Raja Yordania Abdullah II bin al-Hussein al Hashimi melarang media massa menerbitkan berita terkait kasus saudara tirinya, Hamzah bin Al Hussein. Pihak Yordania menahan Pangeran Hamzah atas tuduhan melakukan kudeta Raja Abdullah II.

Otoritas kerajaan tidak ingin media mempublikasi drama internal keluarga raja. Kebijakan ini dikeluarkan agar tidak menganggu proses hukum yang membelit Pangeran Hamzah.

“Untuk melindungi kerahasiaan penyelidikan yang dilakukan oleh aparat keamanan yang terkait dengan Yang Mulia Pangeran Hamzah bin Al Hussein dan lainnya, publikasi apa pun yang terkait dengan (kasus ini) telah dilarang pada tahap penyelidikan ini,” ujar Jaksa Agung Hassan al-Abdalat. seperti dilaporkan Kantor Berita Yordania.

Larangan publikasi juga ditujukan pada warganet di media sosial. Warganet dilarang mengunggah gambar maupun video terkait dengan kasus tersebut.

Sebelumnya, Raja Abdullah II menahan Pangeran Hamzah dan 15 orang lainnya yang diduga ingin mengganggu stabilitas Yordania. Hamzah mengirimkan video kepada BBC, tentang pengakuannya atas rezim yang telah melakukan prakti korupsi dan nepotisme.

Walaupun tak berapa lama, sikap Pangeran Hamzah berbalik. Dia justru mendukung pemerintahan Raja Abdullah.

“Saya akan tetap setia pada warisan leluhur saya, berjalan di jalan mereka serta setia pada jalan mereka dan pesan mereka dan kepada Yang Mulia. Saya akan selalu siap membantu dan mendukung Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota,” tulis Hamzah dalam suratnya.

Gelar putra mahkota Hamzah sendiri telah dicopot Raja Abdullah II di 2004. Sejak itu, Pangeran Hamzah terus mengkritisi kebijakan Raja Abdullah II.
(tup/red)