Akibat Kudeta Myanmar, Grup Axiata Terancam Gagal Raup Dana Investor Rp7,06 triliun
Logo Group.

Elangnews.com, Kuala Lumpur – Konflik tidak saja berdampak secara politik tetapi juga ekonomi. Karena konflik semakin menegang, banyak investor menghentikan sementara rencana investasi di .

Axiata Group Bhd, operator nirkabel terbesar di Malaysia berdasarkan pendapatan, salah satu yang terdampak. Para investor menghentikan rencana investasi sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7,06 triliun ke Group Sdn Bhd, anak usaha Axiata Grup.

Para investor khawatir risiko investasi di tengah tidak stabilnya Myanmar saat ini. Tadinya Axiata sudah melakukan komunikasi dengan calon investor. Nantinya, Axiata akan menjual sebagian sahamnya di edotco, yang berstatus .

Ini Sanksi Presiden AS ke Pimpinan Militer Myanmar

“Kesepakatan itu terhenti karena kudeta Myanmar, yang telah memicu protes berminggu-minggu dan menewaskan dua demonstran, membayangi operasi edotco di negara itu,” kata seorang sumber seperti dikutip dari Bloomberg, (23/02).

Edotco didirikan pada 2012, mengelola portofolio regional lebih dari 32.750 menara di negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Kamboja. Di Myanmar, edotco menjalankan lebih dari 1.800 menara yang dikelola.

Video Call dengan Junta Myanmar, Menlu Retno Minta Bebaskan Aung San Suu Kyi

Axiata memiliki sekitar 62,4% edotco melalui special purpose vehicle. Pemegang saham edotco lainnya termasuk sovereign wealth fund Malaysia Khazanah Nasional Bhd, Innovation Network Corp of Japan dan dana pensiun Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan).

Menurut informasi yang dihimpun, Axiata masih berpeluang untuk melanjutkan pembicaraan dengan investor mengenai saham edotco setelah situasi di Myanmar stabil. Dikonfirmasi mengenai tertundanya mendapat dana segar dari investor karena kudeta Myanmar, perwakilan Axiata dan edotco menolak berkomentar.
(tup/red)