Anak Kucing Diinjak Sampai Mati, Adakah Pasal yang Bisa Menjeratnya? - Kategori berita: Hukum & Peristiwa

ElangNews.com – Dunia maya dihebohkan dengan video yang berisi yang diinjak sampai mati. Perilaku yang tidak memiliki belas kasihan bahkan menikmati ritual penganiyaan itu adalah sebuah perilaku menyimpang. Orang-orang yang menyakiti hewan bisa jadi karena ia memiliki masalah mental yang disebut sebagai kepribadian antisosial disorder atau memiliki kecenderungan psikopat.

Para psikopat tak memiliki empati. Hatinya miskin nurani. Mereka tak akan iba sedikitpun mendengar jeritan dan tangis korbannya. Semakin menderita korban. Semakin bahagialah hatinya. Sepertinya itu yang tergambar dalam video viral anak yang diinjak sampai mati. Para pelaku yang terdiri dari tiga wanita tersebut adalah manusia yang memiliki sifat psikopat.

Dikutip dari hukumonline.com, pemilik yang menganiaya hewan peliharaan kepunyaannya bisa diberikan sanksi denda hingga penjara.

Bukan hanya itu, orang di sekitarnya yang mengetahui terjadinya tindakan tersebut namun tak melaporkannya pada pihak berwajib pun dapat diberikan sanksi.

Dalam Pasal 66A UU 41/2014 disebutkan bahwa:

(1) Setiap Orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan Hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif.

(2) Setiap Orang yang mengetahui adanya perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Sementara itu, hukuman terhadap pelaku dan orang yang melihatnya namun tak melaporkan diatur dalam Pasal 91B UU 41/2014 yang berbunyi:

(1) Setiap Orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan sehingga mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

  Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

(2) Setiap Orang yang mengetahui adanya perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dan tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Lalu bagaimana dalam hukum agama Islam menanggapi penganiayaan terhadap hewan?

Alkisah pada zaman dahulu kala. Di kalangan Bani Israil. Ada seorang wanita yang mengurung kucingnya. Kucing tersebut tidak bisa mencari makan hingga pada akhirnya meninggal dunia. Karena perbuatannya ini, oleh Nabi wanita tersebut dicemplungkan Allah ke dalam neraka.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan, dan minum sewaktu mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi.”

Ajaran Islam begitu menyayangi binatang. Bahkan ketika acara pemotongan hewan saat Idul Adha. Diharuskan menajamkan pisau dan memotong urat leher utama agar si hewan segera mati. Dan tidak diperbolehkan mengasah pisau di depan hewan yang akan dipotong. Atau memperlihatkan temannya yang dipotong dihadapannya. Begitulah etika indah ajaran Islam mengenai hewan.

  Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

Di lain kesempatan. Umar Bin Khatab pernah sangat marah saat menemui beberapa pemuda yang sedang asyik menganiya burung. Burung itu diikat lalu mereka memanahnya. Sebagai imbalan, semua anak panah yang tidak mencapai sasaran menjadi hak pemilik burung tersebut. Ketika melihat hal itu Ibnu Umar datang dan mereka pun bubar. Ibnu Umar berkata, “Siapa yang melakukan ini? Allah melaknat orang yang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang pembunuhan binatang dengan diikat lantas dipanah.” Diriwayatkan oleh Muslim. (HR. Muslim no. 1959).

Melihat hadits Nabi di atas, isinya langsung tertuju pada wanita psikopat yang menyiksa anak kucing sampai mati. Mereka mengikat kucing tersebut. Lalu menginjak kakinya sedikit demi sedikit. Hingga pada akhirnya si kucing meninggal dunia.

Tingkah mereka yang tidak manusiawi ini membuat murka warganet. Berbagai macam hujatan dan kutukan tertuju pada mereka yang melakukannya. Semoga kita terlindungi dari sifat-sifat psikopat yang tidak memiki empati kepada makhluk hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here