Rinada Lady Rocker Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
Rinada Lady Rocker Ditangkap polisi terkait narkoba jenis sabu.. Foto: Instagram

Elangnews.com, Hiburan – Jagad hiburan Tanah Air kembali tercoreng. Kali ini, penyanyi lady rocker asal kota kembang, Rinada ditangkap satuan reserse narkoba Polrestabes Bandung, Jawa Barat.

Mantan istri personel Andhika Peterpan dan The Titans itu menjadi tersangka kasus narkoba karena terbukti positif mengkonsumsi barang haram berjenis sabu sabu di sebuah rumah kos kawasan Pagarsih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

Setelah penangkapan, polisi menyelidiki dan mendalami kasus narkoba ini sehingga berhasil menangkap pengantar atau kurir narkoba. Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Bandung didampingi Kasatres Narkoba AKBP Ricky Hendarsyah di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021).

Baca:  Profil Rinada Lady Rocker, Karir bermusik, Rumah Tangga, Skandal Hingga Kasus Narkoba

“Dari enam tersangka tersebut, ada satu public figure dengan inisial RR (Rinada) yang merupakan artis penyanyi,” ujarnya.

Polisi menambahkan bahwa ada lima kurir narkoba yang ditangkap antara lain, Jajang Heryana alias Abing (41), Didin (41), Ucu (40), Yena Mustofa (20), dan Deny Maysha (27).

Rinada Lady Rocker Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
Rinada Lady Rocker Ditangkap polisi terkait narkoba jenis sabu.. Foto: Instagram

Positif Konsumsi Sabu

Hasil penangkapan, polisi mendapat barang bukti dari tersangka berupa narkoba jenis sabu seberat 87,5 gram, extacy 23 butir, dan tembakau sintetis 8,2 gram.

“Tersangka RR ditangkap karena diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu dan dari hasil tes urin, tersangka RR positif mengandung metamphetamine atau sabu,” sambungnya.

Baca:  Usai Diperiksa Polisi, Ajun Perwira Diizinkan Pulang?

Hukuman

Dalam kasus itu, Kombes Pol Ricky Hendarsyah memaparkan bahwa para tersangka terancam pasal sesuai peran masing-masing. Bagi pengguna dipersangkakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun penjara.

“Sedangkan pengedar atau kurir dipersangkakan Pasal 114 ayat (1) dan (2) UURI tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup,” ujarnya.