Kaesang Klaim Sudah Putuskan Felicia, Sempat Dimaki-maki
Ilustrasi. (Sumber: Elangnews.com)

Elangnews.com, Jakarta – Kisah asmara anak bungsu Presiden Joko Widodo, dan mantan pacarnya, , ramai di jagad media sosial. Kaesang dituding telah selingkuh dan melakukan , perilaku mengakhiri hubungan dengan meninggalkannya tanpa kabar.

Tak terima di-bully di media sosial, pengusaha muda tersebut angkat bicara. Dalam video yang diunggah akun twitter @medanbuzz tampak Kaesang sedang dalam acara sesi wawancara dengan seseorang.

Dalam video tersebut Kaesang menjelaskan bahwa, persoalan pribadi seharusnya tidak diumbar ke masyarakat atau media sosial. “Itu kan masalah pribadi toh. Ngapain kok diumbar-umbar. Nggak etis,” ujarnya (8/03).

Kaesang juga mengatakan, bahwa dirinya sudah mengakhiri hubungan dengan Felicia. “Aku sebenarnya itu sudah ngomong untuk mengakhiri hubungan ini di pertengahan bulan Januari. Dan waktu itu juga, aku dimaki-maki, tapi ya wes lah aku diam saja,” katanya.

Baca Juga:   Ini Profil Pelakor yang Rebut Kaesang dari Felicia Tissue

Di Desember 2020, Kaesang sebenarnya sudah melamar Felicia. Kaesang juga kerap bertemu dengan orang tua dan keluarga besar Felicia.

Karena kedekatan inilah, ketika Kaesang kabur begitu saja, , mengaku kecewa. Dalam tayangan video di youtube, Daryl tidak terima perilaku Kaesang. “Saya jijik dengan kelakuan pria ini dan cara ia memperlakukan adik saya. Tidak ada wanita di muka bumi ini, apapun kewarganegaraannya, rasnya, maupun agamanya, yang boleh diperlakukan seperti ini,” katanya.

Baca Juga:   Lagi, Anak Jokowi Pompom Saham Bali United

Menurutnya, setiap perempuan harus dihargai, termasuk Felicia. “Saya tidak punya pilihan selain menceritakannya di sini. Karena saya tidak bisa lagi melihat adik saya tersiksa dalam diam. Saya akan gagal menjadi seorang kakak jika saya tetap diam,” katanya.

Daryl mengungkap bahwa keluarganya sudah berusaha menghubungi Kaesang hingga Presiden Joko Widodo. Hanya saja belum mendapat tanggapan.

“Seorang lelaki tidak lahir dari kekayaan maupun kekuasaannya, tapi dari didikan keluarganya. Ada pertanggungjawaban ketika sebuah keluarga yang memiliki status, atau bahkan keluarga mana pun, memutuskan untuk membawa anak perempuan keluarga lain ke dalam kehidupannya dan membuatnya tersorot, sesuatu yang bahkan tidak adik saya minta,” ujarnya.
(syah/red)