Stimulus Mulai Berlaku Maret, Menperin Targetkan Terjual Lebih 1 Juta Unit Mobil
Pameran yang digelar sebelum terjadi pandemi Covid-19. (Foto: Gaikindo)

Elangnews.com, Jakarta – Menteri Perindustrian yakin insentif penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah ( DTP) bakal meningkatkan penjualan mobil lebih dari 1 juta unit pada 2021.

tersebut akan menurunkan harga kendaraan bermotor produksi dalam negeri sehingga lebih terjangkau di masyarakat, meningkatkan daya saing terhadap kendaraan impor, serta dapat meningkatkan kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi di atas 1 juta unit pada tahun 2021 atau sama dengan kinerja produksi tahun 2019,” papar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Baca Juga:   30 Juta UMKM Gulung Tikar, Pengangguran Tambah 7 Juta

Menurut Agus, industri merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini, terdapat 22 pabrikan dengan didukung sebanyak 1.500 industri komponen (tier 1,2, dan 3) dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

“Sektor otomotif mampu menyumbang sebesar 10% terhadap PDB sektor industri, atau 25% terhadap PDB sektor industri apabila memasukkan ekosistem kendaraan bermotor,” ujarnya.

Menurut Agus, stimulus perpajakan berupa insentif PPnBM DTP ini berlaku selama sembilan bulan, terhitung pada Maret 2021 yang dibagi dalam tiga tahap. “Pengurangan 100% untuk tiga bulan tahap pertama, pengurangan 50% untuk tiga bulan tahap kedua, dan pengurangan 25% untuk tiga bulan tahap ketiga,” kata Agus.

Baca Juga:   Menperin Kunjungi Jepang Promosikan UU Omnibus Law

“Implementasinya akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan,” ujar .

Dikatakan Agus, pembebasan sementara PPnBM DTP ini diberikan untuk segmen Sedan dan 4×2 dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc dan diproduksi di dalam negeri.

“Segmen tersebut dipilih karena produk dalam negeri telah menguasai lebih dari 91% pasar Indonesia dan memiliki lebih dari 80%,” terangnya.