Siapa Perusahaan yang Suap Anak Buah Sri Mulyani?
Karikatur Sri Mulyani memarahi anak buahnya yang korupsi. (elangnews.com)

Elangnews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus mendalami perkara suap pajak yang dilakukan seorang pengusaha terhadap pejabat negara di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Nilai suap yang diperoleh jaringan mafia pajak tersebut mencapai puluhan miliar.

Modusnya diduga perusahaan memberikan sejumlah imbalan agar pajak perusahaan tersebut bisa dikurangi. Aksi lancung begini telah memotong pemasukan negara. Bahkan diduga pemberi suap lebih dari satu perusahaan.

Salah satu perusahaan yang diduga memberi suap ke pejabat , bergerak di sektor tambang batu bara. Perusahaan ini diketahui beroperasi di area Pulau Kalimantan bagian selatan.

Selain batu bara, grup usahanya juga bergerak di berbagai sektor. Pemiliknya diduga orang kuat dan punya jaringan tingkat nasional.

Permintaan perusahaan ini ke pejabat Ditjen Pajak agar pajaknya di 2016 dan 2017 bisa diubah. Untuk tahun 2016, misalnya jumlah kurang bayar pajaknya sebesar Rp91 miliar diduga diubah menjadi Rp70 miliar.

Baca Juga:   Kasus Suap Pajak, Sri Mulyani Rombak Eselon I, Posisi Dirjen Pajak Tetap

Lalu untuk tahun 2017, jumlah kelebihan bayar pajak perusahaan tersebut, seharusnya hanya Rp27 miliar. Ternyata yang dicantumkan mencapai Rp59 miliar.

Jika ditelusuri lebih lanjut, setidaknya ada 5 perusahaan batu bara skala nasional yang beroperasi di Kalimantan Selatan. Dikutip dari Kompas.com, mereka adalah

  1. PT Adaro Energy Tbk

Adaro saat ini tercatat menjadi perusahaan tambang batu bara terbesar yang beroperasi di Indonesia. Tambang terbesarnya berada di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

  1. PT Arutmin Indonesia

Arutmin merupakan raksasa tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. Lokasi tambang besarnya ada di Senakin yang berada 350 kilometer dari Banjarmasin. Lokasi lainnya tersebar di Satui, Batulicin, Asamasam, dan Kintap.

  1. Jhonlin Group

Memalui PT Jhonlin Baratama, Jhonlin jadi raksasa perusahaan batu bara berikutnya yang menguasai banyak izin tambang di Kalimantan Selatan. Perusahaan ini milik Andi Syamsuddin Arsyad, seorang pengusaha kaya raya asal Bone, Sulawesi Selatan. Di Kalsel, namanya lebih dikenal dengan panggilan Haji Isam.

  1. PT Bangun Banua Persada Kalimantan
Baca Juga:   Beredar Surat Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan Pandemi Covid-19

Bangun Banua Persada adalah salah satu anak perusahaan PT Bangun Banua Kalimantan Selatan. Berbeda dengan perusahaan tambang pada umumnya, saham perusahaan ini sebagian besar dimiliki oleh pemerintah daerah.

  1. Hasnur Group

Salah satu pengusaha lokal Kalimantan Selatan yang cukup sukses di bidang usaha batu bara adalah Haji Abdussamad Sulaiman. Ia adalah pemilik dari Hasnur Group yang salah satu lini bisnis utamanya adalah batu bara. Hasnur juga memiliki terminal khusus batu bara yang terletak di Sungai Putting dan Sungai Salai, Kalimantan Selatan dan pelabuhan khusus di Pendang, Kalimantan Tengah.
(syah/red)