Setelah DP 0% untuk Sepeda Motor dan Mobil, Ini Stimulus Lanjutan OJK
Penjualan mobil. (sumber: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Elangnews.com, Jakarta – Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan membeli kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, karena kekurangan uang muka atau down payment (DP), tidak perlu lagi khawatir. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan beberapa stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Salah satu kebijakan yang ditetapkan OJK adalah perbankan dapat memberi uang muka kendaraan bermotor sebesar 0% alias tanpa uang muka. Kebijakan ini dapat mendorong konsumsi masyarakat.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, perbankan yang memenuhi kriteria profil risiko, dimungkinkan untuk menerapkan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 0%. “Relaksasi kebijakan prudensial sektor jasa keuangan secara temporer untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat dengan mempertimbangkan adanya unsur idiosyncratic pada sektor jasa keuangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, (18/02).

Berikut beberapa kebijakan stimulus OJK untuk mendorong ekonomi, yang berlaku per 1 Maret 2021:

  1. Kebijakan di Perbankan
    a. Kebijakan Kredit Kendaraan Bermotor
    – Menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) menjadi 50% bagi Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dari sebelumnya 100%.
    – Perbankan yang memenuhi kriteria profil risiko 1 dan 2 dimungkinkan untuk memberikan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 0%.
    -Untuk kredit kepada produsen Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah mendapat pengecualian batas maksimum pemberian kredit (BMPK), penilaian kualitas aset 1 (satu) pilar. Selanjutnya, untuk penilaian ATMR Kredit diturunkan menjadi 50% dari semula 75%.
    b. Kebijakan kredit beragun rumah tinggal
    Dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan relaksasi prudensial yang telah dikeluarkan pada tahun 2018 yang belum secara optimal diterapkan untuk mendukung program sejuta rumah, yaitu kebijakan terkait bobot risiko ATMR kredit beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio  Loan to Value (LTV) sebagai berikut:
    -Uang Muka 0-30% (LTV ≥70%) dengan ATMR 35%
    -Uang Muka 30-50% (LTV 50-70%) dengan ATMR 25%
    -Uang Muka ≥ 50% (LTV ≤ 50%) dengan ATMR 20%
    c. Kebijakan Kredit Sektor Kesehatan
    Sebagai upaya dukungan langsung di sektor kesehatan untuk mengatasi pandemi, OJK menetapkan bahwa kredit untuk sektor kesehatan dikenakan bobot risiko sebesar 50% dari sebelumnya 100%.
  1. Kebijakan Perusahaan Pembiayaan
    a. Kebijakan Pembiayaan Kendaraan Bermotor
    -Menurunkan bobot risiko pembiayaan (ATMR) menjadi 25%-50% dari sebelumnya 37,5%-75% untuk pembiayaan multiguna.
    -ATMR 0% untuk program kepemilikan kendaraan bermotor bagi perusahaan yang memiliki Car Ownership Program (COP).
    -Perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tingkat kesehatan tertentu dimungkinkan untuk memberikan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 0%.
    b. Kebijakan pembiayaan beragun rumah tinggal
    Untuk mewujudkan program sejuta rumah, OJK menetapkan kebijakan bobot risiko ATMR pembiayaan beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio  Loan to Value (LTV) yaitu:
    -Uang Muka 0-30% (LTV ≥70%) dengan ATMR 35%
    -Uang Muka 30-50% (LTV 50-70%) dengan ATMR 25%
    -Uang Muka ≥ 50% (LTV ≤ 50%) dengan ATMR 20%
  2. Stimulus Lembaga Pengelola Investasi (LPI)
    Penyediaan dana dari Lembaga Jasa Keuangan kepada Sovereign Wealth Fund (SWF) dikenakan bobot risiko 0% dalam perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Kredit (ATMR Kredit) yang disamakan dengan bobot risiko Pemerintah pusat.
Baca:  Ini Modus Pencucian Uang di Fintech versi OJK
Baca:  Serikat Pekerja Dukung Kejagung Bongkar Kasus BPJS Ketenagakerjaan

(tup/red)

Berita Ekonomi & Bisnis : Setelah DP 0% untuk Sepeda Motor dan Mobil, Ini Stimulus Lanjutan OJK, ElangNews.com.