Segera Ganti Kartu ATM Magnet ke Chip, 1 April akan Diblokir
Ilustrasi dan magnet.

Elangnews.com, Jakarta – Bagi pengguna kartu anjungan tunai mandiri (ATM) lama berbasis magnetic stripe, dalam waktu dekat akan non aktifkan. Perbankan nasional akan memblokir ATM lama dan menggantinya dengan ATM berbasis chip.

Kebijakan itu adalah instruksi dari (BI). Semua perbankan harus sudah beralih ke ATM chip sebelum 31 Desember 2021.

Setidaknya ada tiga bank BUKU I yang melaporkan jadwal tahapan peralihan dari ATM magnet ke chip. PT Bank Negara Indonesia (Persero) tbk misalnya, menjadwalkan pergantian dan blokir kartu ATM magnetic stripe ke chip hingga batas 30 April 2021.

Ketentuan ini berlaku untuk seluruh kartu ATM magnetic stripe yang sudah akan berakhir masa berlakunya. “Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum dilakukan penggantian kartu menjadi kartu BNI debit chip, maka BNI dapat melakukan penonaktifan kartu debit tersebut,” kata Corporate Secretary BNI Mucharom, beberapa waktu ini.

Baca Juga:   BI akan Terbitkan Rupiah Digital, Bahayakah?

Menurut Mucharom, pengguna yang ingin mengganti kartu ATM-nya, bisa mengunjungi kantor cabang BNI. Saat ini BNI mencatat ada 10 juta pengguna atau 80% dari total kartu ATM BNI, yang sudah migrasi dari magnetic stripe ke chip per 21 Januari 2021.

Selain BNI, ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Mandiri akan melakukan pemblokiran dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dimulai pada 1 April 2021 untuk expiry date 2021-2022. Jika ATM expiry data 2021-2022 tidak bermigrasi ke chip, maka akan diblokir.

Tahap kedua pemblokiran akan dilakukan di 1 Juni 2021, untuk ATM magnetic stripe dengan masa berlaku hingga 2023-2025. Untuk kartu ATM jenis ini, tetap bisa digunakan setelah 1 April 2021.

Tahap ketiga ATM magnetic yang masa berlaku 2026 dan seterusnya, diwajibkan menggantinya ke ATM berbasis chip sebelum 1 Juli 2021. Jika tidak, ATM magnet tersebut akan diblokir.

Baca Juga:   Sebulan Terakhir Nilai Tukar Rupiah Anjlok 2,54%

“Nasabah yang belum melakukan penggantian kartu ke debit chip agar segera melakukan penggantian untuk menghindari pemblokiran,” katanya Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha kepada awak media.

Hingga 31 Januari 2021, sudah ada 11,2 juta pemegang kartu ATM Bank Mandiri yang menggunakan kartu berbasis chip. Angka itu sekitar 76,1% dari total kartu ATM.

Untuk PT Bank Central Asia Tbk, batas waktu pergantiannya paling lama, 31 Desember 2021. “Semakin cepat penggantian kartu dilakukan maka akan semakin baik untuk meningkatkan keamanan dalam bertransaksi,” ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn.

Jumlah kartu ATM BCA yang sudah berganti menjadi chip mencapai 19 juta kartu per Februari 2021. Atau sekitar 81% dari total kartu ATM BCA.
(syah/red)