Sebulan Terakhir Nilai Tukar Rupiah Anjlok 2,54%
Ilustrasi Rupiah dan Dolar. (Sumber: Antara/Puspa Perwitasari)

Elangnews.com, Jakarta – Hari ini (22/03), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, anjlok ke Rp14.432 per pukul 14.15 WIB. Rupiah melemah 0,17% dibandingkan penutupan di Jumat pekan lalu yang masih bisa bertahan di Rp14.407 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga mencatat per 22 Maret 2021, rupiah berada di level Rp14.456 per dolar AS. Angka tersebut menguat tipis dari penutupan jumat pekan lalu di level Rp 14.476 per dolar AS.

Baca Juga:   Harga Bitcoin Cetak Rekor di Rp670 Juta per koin

Jika dirunut sebulan terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah. Melansir dari data Jisdor dari 22 Februari 2021 sampai 22 Maret 2021, rupiah mengalami pelemahan sekitar 2,54%.

Sepanjang 2021, penguatan rupiah pernah menyentuh Rp13.875,00 pada 16 Februari lalu. hanya saja setelah itu, rupiah terus melemah. Di APBN 2021 sendiri, Pemerintah mentarget nilai tukar rupiah di level Rp14,600.

Baca Juga:   Segera Ganti Kartu ATM Magnet ke Chip, 1 April akan Diblokir

Banyak faktor yang menyebabkan . Salah salah satunya sentimen Amerika Serikat. Pemulihan AS akan menyebabkan nilai tukar dolar AS akan menguat. Berdampak pada capital outflow alias investor bawa pulang uang dari Indonesia.

Jika capital outflow berlangsung signifikan, maka pelemahan rupiah sulit terbendung. Oleh karena itu, salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah, yaitu mempercepat pemulihan dan program vaksinasi.

(sya/red)