Pengusaha Tolak Aturan Royalti Musik
Presiden Joko Widodo turut mengucapkan selamat Hari Musik Nasional. Foto : Instagram

Elangnews.com, Jakarta – Beleid yang dikeluarkan pemerintah kembali menuai pro kontra. Kali ini peraturan yang diteken Presiden Joko Widodo, PP No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, ditolak oleh beberapa pihak. Salah satunya para pengusaha.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia () menyebutkan bahwa aturan tersebut justru merugikan musisi. Karena para pengusaha tidak lagi mau memutar lagu atau musik yang kena royalti di toko-toko.

Baca Juga:   Polemik Jabatan Presiden Tiga Periode, Jokowi: Sikap Saya Tidak Berubah

“Kita putar lagu non royalti yang dari YouTube kan bisa. Akhirnya pencipta lagi nggak bisa populerkan lagunya, kalau kita nggak pasang lagunya so what, kita punya hak,” kata Ketua Aprindo Roy Mandey kepada awak media.

Selain itu menurutnya, aturan tersebut tidak seharusnya diterbitkan di tengah pandemi Covid-19. Karena saat ini pengusaha ritel sedang lesu. Bahkan banyak yang tutup karena beban opersional yang tinggi dan persoalan cash flow.

Baca Juga:   Polemik Jabatan Presiden Tiga Periode, Jokowi: Sikap Saya Tidak Berubah

Dia menyarankan agar adanya kolaborasi antara pengusaha dan para seniman. Membahas kerjasama yang saling menguntungkan.

Roy mencontohkan, lagu baru yang dirilis, bisa dipopulerkan oleh toko-toko ritel. Untuk mempopulerkan itu, toko ritel butuh biaya.

“Kita ada bayar listrik. Setelah itu baru, kalau jadi tren, oke baru diperhitungkan. Tapi soal tarif, kan ada komunikasi. Ini karena didukung regulasi, bukan jadi superpower,” katanya.
(syah/red)