Pemerintah Sasar Anak Muda Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah
Kegiatan ‘Implementasi Keuangan Inklusif bagi Pemuda dan Mahasiswa Muhammadiyah’ di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). (Foto: ekon.go.id)

Elangnews.com, Jakarta – Pemerintah menggandeng Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk meningkatkan indeks inklusi syariah. Dengan jaringan pemuda yang mencapai 28.159 unit, Pemuda Muhammadiyah sangat strategis dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.

“Dengan estimasi total mahasiswa/mahasiswi, siswa/siswi, dan santri/santriwati sejumlah 4 juta jiwa, ada potensi untuk mendukung pencapaian target indeks inklusi keuangan tahun 2024 sebesar 90%,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam kegiatan ‘Implementasi Keuangan Inklusif bagi Pemuda dan Mahasiswa Muhammadiyah’ di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/3/2021).

Baca Juga:   Rencana Impor Beras, Faisal Basri Ingatkan Tragedi 2018

Iskandar juga menyatakan, dalam survei OJK di tahun 2019 mencatat indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. “Artinya, target inklusi keuangan sejumlah 75% pada tahun 2019 sebagaimana tercantum pada Perpres 82/2016 telah tercapai,” ujarnya.

Justru, kata Iskandar, indeks menurun dari 11,1% pada tahun 2016 menjadi 9,1% pada tahun 2019.

“Hal ini menjadi perhatian pemerintah, apalagi Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia sehingga memiliki potensi untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah,” ujarnya.

Iskandar mencatat, populasi penduduk muslim di tanah air mencapai 87,18% dari total penduduk sejumlah 255 juta jiwa. “Data pun menunjukkan bahwa 25% masyarakat Indonesia termasuk dalam kategori milenial,” ujarnya.

Baca Juga:   Dewan Beras Nasional: Kalau Dipaksakan Impor, Itu Subversif

Menurut Iskandar, besarnya potensi tersebut perlu disertai dengan sinergi yang lebih koordinatif antarpemangku kepentingan.

Dalam acara yang melibatkan sekira 700 peserta dari seluruh Indonesia baik secara daring maupun luring tersebut diteken MoU Program Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah antara PP Pemuda Muhammadiyah dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Pegadaian, Layanan Syariah LinkAja, serta Asosiasi CEO Master Mind Indonesia. (Yat/Red)