Pemerintah Girang, Penjualan Mobil Melonjak
Proses produksi . (Foto: CNN Indonesia)

Elangnews.com, Jakarta – Pemerintah sangat senang ketika statistik menunjukkan jumlah penjualan meningkat setelah dikeluarkan kebikajan penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah ( DTP) untuk .

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/3/2021), menunjukkan sejumlah data yang disampaikan pabrikan di Indonesia.

“Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan,” kata Febri.

Pernyataan Febri diamini Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy. Penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. Ini terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

Anton mencatat, data 1-8 Maret 2021 untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama. “Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak,” ujarnya.

Dikatakan Anton, pihaknya sudah meminta pabrik untuk meningkatkan produksinya. “Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” katanya.

Baca Juga:   Potongan PPnBM tidak Berlaku untuk Mobil Di Atas 1.500 CC

Hal yang sama juga dikabarkan Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy yang mengungkapkan kenaikan penjualan sekitar 40-50% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, katanya, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu. “Growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” ujarnya.

Billy mengatakan animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak dari pemerintah. “Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada,” imbuhnya.

Daihatsu juga mengabarkan telah terjadi kenaikan SPK terjadi dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. “Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif,” ujar Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Baca Juga:   Korting Pajak Mewah Sukses, Jokowi Inginkan Mobil Lain Diberi Insentif

“Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40%. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20%,” ujarnya.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) juga mengungkapkan hal yang sama. Ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

Menurut Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro, jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga mengklaim permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021. Menurut Marketing Director PT SIS Donny Ismi Saputra dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7.

“Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang,” kataanya. (Yat/Red)