Mudik Lebaran Dilarang, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Bisa Mandek
Ilustrasi .

Elangnews.com, Jakarta – Joko Widodo resmi melarang mudik di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Hari raya lebaran tahun ini jatuh pada Mei 2021 atau di kuartal II.

Hal ini menyebabkan perputaran uang tidak meningkat dari kuartal I. Ujung-ujungnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II bisa mandek.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, di beberapa media menyebut bahwa momentum bulan Ramadan dan Lebaran, menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Asalkan, kegiatan ekonomi dapat berjalan baik saat dua periode tersebut.

Baca Juga:   Keras, Pernyataan Muhammadiyah Menolak Perpres Miras

“Di kuartal ke-II kita masih mencermati dampak Ramadan dan Lebaran terhadap konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah. Kalau ada perubahan kebijakan pada momen lebaran maka proyeksi bisa di-downgrade atau direvisi ke bawah,” ujarnya.

Bhima memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 akan tetap negatif. Menurutnya, persoalannya ada pada kebijakan pemerintah yang dianggap maju-mundur.

Baca Juga:   Cuitan Mahfud MD Bikin 'Gerah' Netizen

“Kebijakan pemerintah plin plan memengaruhi ekspektasi dunia usaha, khususnya sektor tertentu yang sebelumnya berharap ada kenaikan penjualan saat mudik diperbolehkan,” katanya.

Sementara untuk pertumbuhan kuartal I 2021 sendiri, menurut Menteri Keuangan Indrawati, masih berada di zona negatif. Angkanya berkisar minus 1 persen hingga minus 0,1 persen.

“Kuartal I masih di-range minus 1 persen ini terdalam, hingga minus 0,1 persen,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya.
(syah/red)