Menperin Kunjungi Jepang Promosikan UU Omnibus Law
kunjungi . (Foto: Media Indonesia)

Elangnews.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjung Jepang selama dua hari. Agenda kunjungan di antaranya mempromosikan Cipta Kerja yang mengundang kontroversi di dalam negeri.

Dalam keterangan pers yang diterima Elangnews.com, Jumat (12/3/2021), Agus selama dua hari maraton bertemu sejumlah pengusaha di Jepang. Mereka di antaranya pelaku , petrokimia, alas kaki serta asosiasi pengusaha.

Dalam kesempatan tersebut Agus mempromosikan Undang-undang Cipta Kerja, subtitusi impor, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (), proyek Bintuni, dan Patimban.

Dari Negeri Sakura, Menperin membawa ‘oleh-oleh’ berupa penguatan investasi lama dan komitmen investasi baru di sektor otomotif sebesar puluhan triliun rupiah, bunyi siaran pers tersebut.

Misalnya dengan Honda Motor Company.Ltd, kata Agus, mereka berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp5,2 triliun.

“Sementara Suzuki Motor Corporation berencana menginvestasikan Rp1,2 triliun. Adapun Toyota Motor Corporation merealisasikan investasi yang sudah ada, yaitu sekitar Rp28 triliun. Kemudian, Mitsubishi Motors Corporation menyampaikan rencana investasi Rp11,2 triliun,” ujarnya.

Baca Juga:   [OPINI] Syahganda dan Ingatan Tujuan Reformasi 98

Menurut Agus, investasi Honda termasuk untuk pengembangan kendaraan model baru. “Honda juga memiliki komitmen untuk ekspansi pengembangan ekspor komponen kendaraan yang diproduksi di Indonesia sebagai bagian global supply chain bagi sembilan negara, di antaranya, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia dan Jepang sendiri,” ujar Agus.

Dikatakan Agus, Honda juga akan memindahkan fasilitas produksi yang ada di India ke Indonesia. Sekaligus berkomitmen untuk melakukan pengambangan listrik di tanah air.

“Kemudian Honda akan membuka pasar ekspor negara tujuan ekspor baru seperti Afrika Selatan, Meksiko, Amerika Utara dan Amerika Selatan,” ujarnya.

“Mereka mengembangkan kendaraan bermotor model baru yang akan diproduksi di Indonesia dan akan diekspor ke 31 negara,” jelasnya.

Sementara investasi Suzuki di Indonesia sebesar Rp1,2 triliun akan menjadi basis pengembangan produk Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 yang diperkenalkan sebagai jenis kendaraan mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG).

Baca Juga:   Pemerintah Girang, Penjualan Mobil Melonjak

Model-model tersebut, sambung Agus, untuk tujuan ekspor bagi pasar Asia dan Amerika Latin. “Perusahaan tersebut juga telah memiliki roadmap EV dan menyampaikan bahwa insentif dari kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi EV,” ujarnya.

Begitu juga Toyota, kata Agus, tetap dengan komitmen investasi senilai Rp28 triliun. “Mereka juga memberikan komitmen memperluas pasar ekspor, dari 80 negara yang sekarang sudah menjadi pasar ekspor akan dikembangkan menjadi 100 negara pada tahun 2024,” jelas Agus.

Agus dan rombongan juga melobi Mazda Motor Corporation untuk membangun pabriknya di Indonesia. Mereka, lanjut Agus, akan segera mempertimbangkan dan memperhitungkan untuk kebutuhan investasi di Indonesia.

“Mudah-mudahan nanti pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei dapat mendengar perkembangan dari Mazda untuk berinvestasi di Indonesia,” harap Agus. (Yat/Red)