KPPU Hukum Lion Air Bayar Denda Rp3 Miliar, Kok Bisa?
Ilustrasi pesawat Lion Grup. (Istimewa)

Elangnews.com, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha () memutuskan perusahaan melakukan persaingan usaha yang tidak sehat. Akibatnya, KPPU memberi sanksi denda Lion Air Group sebesar Rp3 miliar.

Sanksi denda tersebut ditujukan kepada tiga perusahaan yang tergabung dalam Lion Air Group. Mereka adalah PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia dan PT Lion Express.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur, ketiga perusahaan Lion Air Group itu tersebut terbukti melakukan praktik diskriminasi terkait dengan kerja sama penjualan kapasitas dalam jasa pengangkutan barang dari beberapa bandara.

Aksi culas tersebut terjadi di Bandara Hang Nadim ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Juanda, dan Bandara Kualanamu.

“Dalam putusan tersebut, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp1 miliar kepada masing-masing Terlapor, sehingga secara total, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp3 miliar kepada Lion Air Group,” kata Deswin melalui siaran pers, Senin (29/3).

Baca Juga:   Gojek Didenda Rp3,3 Miliar Gara-gara Ini

Persoalan ini bermula dari adanya penumpukan kargo (barang, pos dan kargo) yang terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam pada periode Juli-September 2018. KPPU menemukan bukti adanya perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia dan PT Wings Abadi dengan PT Lion Express.

Seperti diketahui, PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia dan PT Wings Abadi adalah angkutan udara niaga berjadwal dengan layanan jasa angkutan barang dari bandar udara tertentu ke bandar udara tujuan. Sementara PT Lion Express adalah perusahaan jasa pengiriman paket dan dokumen secara door to door ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan penerbangan Lion Air Group.

Dalam kerja sama tersebut, KPPU menemukan adanya hak eksklusif kepada PT Lion Express untuk penggunaan kapasitas kargo sebesar 40 (empat puluh) ton per hari untuk 4 (empat) rute penerbangan yang telah disepakati.

Baca Juga:   KPPU Sebut Ada Petinggi BUMN Tambang, Rangkap Jabatan di 22 Perusahaan

Menurut KPPU tindakan tersebut terbukti menutup dan atau mempersulit akses pengiriman barang bagi agen kargo yang terdaftar sebagai agen resmi selain PT Lion Express. Akibatnya agen kargo lain terpaksa menggunakan jasa kargo alternatif lain.

Meski demikian, perilaku diskriminasi tersebut tidak berjalan efektif karena PT Lion Express tidak berhasil mengambil konsumen agen-agen kargo lain dan justru berpindah ke maskapai lain.

Singkat cerita, Majelis Komisi KPPU memutuskan PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia dan PT Lion Express terbukti bersalah. Mereka melanggar Pasal 19 huruf d Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. PT Wings Abadi sendiri tidak terbukti melanggar, karena tidak memiliki jadwal penerbangan untuk rute yang menjadi objek pada perkara ini.
(tup/red)