Komut CNKO Polisikan Pemilik Sinarmas, Berkaitan dengan Goreng Saham Bentjok?
Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Exploitasi Energy Indonesia Tbk (), . (Sumber: Tangkapan layar youtube)

Elangnews.com, Jakarta – Pemilik PT Exploitasi Energy Indonesia Tbk (CNKO) Andri Cahyadi (46 tahun), melaporkan Komisaris Utama PT Grup ke Polri. Andi juga melaporkan mantan Dirut PT Sinarmas Sekuritas, Kokanjadi Chandra di perkara yang sama.

Kedua terlapor diduga telah merugikan CNKO dan Andri Cahyadi. Andri mengatakan, bukannya untung, kerja sama dengan Sinarmas, malah membuat perusahaannya CNKO menanggung utang hingga Rp4 triliun. “Kalau ditotal dengan keuntungan suplai batu bara dan perhitungan lain, kerugian saya mencapai Rp 15,3 triliun,” katanya.

Baca Juga:   Sinarmas Dipolisikan, Hotman Paris: Andri Cahyadi Sudah Tahu Sahamnya Berkurang

Selain utang yang menumpuk, CNKO ternyata perusahaan terbuka yang sudah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Desember 2019. Karena CNKO belum memberi laporan keuangan audit per 31 Desember 2019 dan belum melakukan pembayaran denda.

Sementara sejak 18 April 2018, saham CNKO terparkir di harga Rp50 alias saham gocap. Mengutip dari data keterbukaan informasi BEI (15/3), CNKO juga menjadi satu dari 24 emiten yang berpotensi delisting alias dihapus dari pencatatan di BEI, sepanjang 2021.

Baca Juga:   Taipan Tan Kian Bantah Terlibat Cuci Uang Bentjok di Asabri

Salah satu utang CNKO terbesar yaitu kepada Benny Tjokrosaputro () terpidana seumur hidup kasus korupsi di PT Asuransi . Per akhir 2018, CNKO memiliki utang ratusan miliar dengan Bentjok.

Seperti terungkap di persidangan Bentjok, CNKO juga merupakan salah satu saham koleksi Jiwasraya, melalui reksadana yang dikeluarkan Sinarmas Asset Management, Grup Sinarmas. Sejauh ini Sinarmas Asset Management juga sudah ditetapkan tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya. Lalu, apakah kasus CNKO dan Sinarmas ini berkaitan dengan kasus korupsi Bentjok?
(syah/red)