Kilang Aramco Dibom, Harga Minyak Lompat Hampir 4,84%
Kilang minya Saudi Aramco. (Sumber: ft.com)

Elangnews.com, Jeddah – Hampir setiap tahun, meledakkan rudal ke fasilitas kilang minyak milik perusahaan raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco. Teranyar, tembakan rudal ke Jeddah, subuh waktu setempat (4/3).

Juru bicara Huthi, Yahya Saree dalam unggahannya di Twitter mengklaim bahwa aksi serangan rudal tersebut merupakan pembalasan atas kampanye militer enam tahun yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman.

“Rudal tersebut telah menargetkan Saudi Aramco di Jeddah saat subuh dengan rudal jelajah Quds-2. Serangan itu akurat berkat Tuhan,” cuit Yahya Saree seperti dikutip dari Aljazeera, (5/3).

Baca Juga:   Setiap Tahun Pemberontak Houthi Yaman Bom Kilang Minyak Aramco

Harga melonjak 4,84% di hari itu. Disadur dari oilprice.com, yang tadinya sebesar USD64,07 per barel naik menjadi USD67,08.

Sebagai informasi, konflik antara kelompok pemberontak Houthi dengan Arab Saudi bermula sejak 2015 lalu. Saat itu pemberontak Houthi berhasil melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Lalu, Hadi mengumumkan Aden sebagai ibu kota sementara Yaman.

Hadi juga meminta bantuan Arab Saudi, negara-negara Teluk hingga PBB untuk memulihkan kekuasaannya di Yaman. Arab Saudi menyanggupi permintaan Presiden Hadi dan memulai serangan udara ke Yaman.

Baca Juga:   Setiap Tahun Pemberontak Houthi Yaman Bom Kilang Minyak Aramco

Serangan tersebut terkenal dengan operasi militer bernama “Aashifatul Hazm” (Operasi Penghancur). Arab Saudi menghujani bom dan rudal ke pemberontak Houthi.

Dendam pemberontak Houthi atas serangan militer Arab Saudi terus membara. Dengan jumlah anggota yang tetap ada ditambah dukungan dari Iran, hampir setiap tahun pemberontak Houthi mengirimkan rudal ke kilang Aramco.
(tup/red)