Kemenperin Sebut Kendaraan Listrik Dapat Menghemat 5 Juta Barel BBM pada 2025
Ilustrasi (Foto: CNN Indonesia)

Elangnews.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah meneken Peraturan Menteri Perindustrian No. 27 tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuang Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

“Pemerintah menargetkan 20% dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pada tahun 2025,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Pada tahun 2030, lanjut Agus, target jumlahnya meningkat menjadi 600.000 unit atau 25% dari total produksi sebanyak 3 juta unit.

Baca Juga:   Kemenperin Dukung Penggunaan Mobil Listrik untuk Pariwisata

manargetkan pada 2025 berkurang sebesar 1,4 juta ton yang sekaligus menghemat bahan bakar sampai 800 juta liter setara 5 juta barel dan ekuivalen dengan USD251 juta.

Keringanan Pajak

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menyatakan, pemerintah memberikan fasilitas keringanan pajak bagi pengguna KBL-BB.

Misalnya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (), Bea Balik Nama di DKI Jakarta sudah nol persen. Begitu juga Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan kredit uang muka 0%. Selanjutnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga mengeluarkan diskon-diskon untuk charging station.

Baca Juga:   Pemerintah Girang, Penjualan Mobil Melonjak

“Kebijakan pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) di dalam negeri sekaligus diharapkan mampu menggerakan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai penghasil komponen kendaraan tier 1, tier 2 dan tier 3 yang memberikan dukungan kepada Agen Pemegang Merek (APM),” ujarnya.

Pemerintah, kata Taufiek, berupaya mendorong pelaku IKM untuk berkontribusi dalam pengembangan industri mobil listrik dan memberikan nilai tambah dari dalam negeri. (Yat/Red)