Kasus Suap Pajak, Sri Mulyani Rombak Eselon I, Posisi Dirjen Pajak Tetap
Direktur Jenderal Pajak. disumpah. (Sumber: medcom.id)

Elangnews.com, Menteri Keuangan rapi-rapi internal sejak Komisi Pemberantasan () menetapkan dua pejabat Kemenkeu menjadi tersangka dugaan sejak 4 Februari lalu. KPK mentersangkakan Angin Prayitno Aji, Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian serta Dadan Ramdani, Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan.

Keduanya, berkantor di yang tak lain anak buah Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak. Keduanya diduga menerima untuk misi, merekayasa surat ketetapan pajak (SKP) perusahaan. Pemberi suapnya diduga berasal dari perusahaan besar, seperti PT Jhonlin Baratama, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank dan PT Gunung Madu Plantations.

Tiga perusahaan ini hanya sebagian kecil dari perusahaan yang menyuap pegawai Ditjen Pajak. Saat ini KPK sedang mengusut dugaan suap pemeriksaan pajak di 165 perusahaan. Dengan banyaknya perusahaan yang diduga melakukan suap, itu artinya, diperkirakan sudah menggurita di lembaga yang dipimpin Suryo Utomo itu.

Baca Juga:   Pejabat Ditjen Pajak Tersangkut Suap Lagi, Bikin Masyarakat Malas Bayar Pajak

Hari ini, Jumat (12/3), merombak enam Eselon I. Pertama, Heru Pambudi dari Direktur Jendral Bea dan Cukai menjadi Sekretaris Jenderal Kemenkeu.

Kedua, Isa Rachmawata dari Direktur Jendral Kekayaan Negara (DJKN) menjadi Direktur Jendral Anggaran. Ketiga, Askolani ditempatkan di Direktur Jendral Bea Cukai, dari sebelumnya Direktur Jendral Anggaran.

Keempat, Hadiyanto dari Sekretaris Jenderal menjadi Direktur Jendral Perbendaharaan Negara. Kelima, Rionald Silaban sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara dari sebelumnya Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Baca Juga:   Polisi Didesak PKS Usut Tuntas Penyekap Jurnalis Tempo

Terakhir, Andin Hadiyanto dari Direktur Jenderal Perbendaharaan menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. “Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi atas keseluruhan bakti kepada negara dalam Kemenkeu. Apa yang kalian lakukan memiliki arti yang luar biasa selama ini,” kata Sri Mulyani dalam pelantikan keenam pejabat tersebut.

Dari enam eselon I yang dirombak tadi, nama Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal Pajak tidak diutak-atik. Itu artinya, meskipun ada kasus suap pajak yang menyeret anak buahnya, Suryo Utomo masih memimpin Ditjen Pajak, hingga saat ini.
(syah/red)