Karena Gubernur Edy Rahmayadi Naikkan Pajak, Harga BBM di Sumut Meledak
Salah satu SPBU (Sumber: Infopublik.id).

Elangnews.com, Medan – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak () non subsidi di Sumatera Utara. Kenaikan masing-masing jenis BBM sebesar Rp200 per liter.

Kenaikan BBM tersebut berlaku per 1 April 2021. Kenaikan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 mengenai Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Adapun harga jenis BBM yang naik seperti Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850, Pertamax naik dari Rp 9.000 ke Rp 9.200, Pertamax Turbo naik dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.050 dan Pertamina Dex naik dari Rp 10.200 ke. Rp 10.400. Lalu Dexlite juga naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.700 dan solar NPSO dari Rp 9.400 ke Rp 9.600.

Baca Juga:   'Supersemar' Ada di Gedung Pertamina

Menurut Manager Humas dan CSR Pertamina MOR I-Sumbagut Taufikurachman, kenaikan harga BBM nonsubsidi disesuaikan dengan nilai keekonomian masing-masing BBM. Salah satu komponen pembentukan harga, adalah retribusi dan pajak.

Baca Juga:   Dirut Pertamina: Tidak Ada Rencana Tambahan Impor

Taufikurachman mengatakan setelah kebijakan Gubernur Sumatera Utara menaikkan Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor (PBBKB) dari 5% menjadi 7,5%, maka secara otomatis nilai keekonomian BBM juga mengalami kenaikan.

Kebijakan menaikkan PBBKB ini tertuang di Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut Nomor 01 Tahun 2021. “Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM nonsubsidi di seluruh wilayah Sumut,” ujarnya.
(syah/red)