Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Jumat ( 29/1)
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Jumat ( 29/1) (istimewa)

Meskipun pandemi masih belum tuntas di Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI terus beradaptasi guna menjaga pertumbuhan bisninya, berikut langkah langkah yang diambil.

BNI telah menggulirkan Transformasi BNI yang secara resmi dimulai pada 27 Januari 2021.Langkah – langkah transformasi yang disiapkan BNI akan memastikan perseroan tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Manajemen telah menetapkan strategi untuk menjadikan BNI sebagai Lembaga Keuangan Yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja secara Berkelanjutan. Program Restrukturisasi Kredit. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Jumat ( 29/1).

“Pada saat pandemi seperti saat ini, dimana bisnis secara umum menurun, BNI terus berinisiatif melakukan transformasi sebagai upaya akselerasi peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan, serta menyempurnakan rencana jangka panjang BNI. Program Transformasi BNI ini berbasiskan value BNI RACE, yaitu Risk Culture, Agile, Collaboration, dan Execution Oriented.”‘ ungkap Royke.

Lanjut Royke selain melakukan beberapa langkah dalam bertransformasi BNI juga terus mendukung pemerintah dalam hal ini melakukan program restrukturisasi kredit.

“BNI menjadi salah satu bank yang aktif mendukung upaya – upaya pemerintah menekan dampak Pandemi Covid – 19, mulai dari restrukturisasi kredit hingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BNI telah membukukan pinjaman yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid-19 sebesar Rp 102,4 triliun atau 18,6% dari total pinjaman. Dimana berdasarkan segmen bisnis, restrukturisasi kredit diberikan kepada segmen Korporasi sebesar Rp 44,2 triliun, segmen Menengah Rp 21 triliun, segmen Kecil Rp 28 triliun, dan Rp 9,2 triliun untuk segmen Konsumer,” kata Royke.

Selain mendukung program Restrukturisasi Kredit untuk menekan dampak Covid – 19, BNI juga bersama – sama dengan bank – bank HIMBARA serta beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) berperan aktif dalam program PEN pada tahun 2020 lalu.

Akumulasi Penempatan Dana Pemerintah dalam rangka PEN pada 2 tahap di BNI sebesar Rp 7,5 triliun. Dari target penyaluran kredit dalam rangka PEN, BNI telah merealisasikan penyaluran kredit sebanyak Rp 28 triliun atau setara 3,7 kali dana PEN, di atas target Rp 22,5 triliun. Fokus BNI menyalurkan kredit ke segmen UMKM Rp 24,26 triliun atau 86,64% total penyaluran kredit dalam rangka program PEN.***

Berita Ekonomi & Bisnis : Jurus Transformasi Bank BUMN Tetap Tumbuh Dimasa Pandemi Covid, ElangNews.com.