Jokowi akan Resmikan Merger Bank Syariah,  Saham BRIS malah ARB
Gedung ()

Elangnews.com – Siang ini (01/02), Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan merger alias penggabungan tiga bank syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah (BNIS) dan BRI Syariah (BRIS). Ketiga bank tersebut dimiliki bank-bank pelat merah, seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Penggabungan tersebut menghasilkan bank syariah terbesar di Indonesia. Dari sisi aset, totalnya mencapai Rp 214,6 triliun. Merger ketiga bank syariah ini akan membentuk satu entitas baru yang diberi nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.

Baca:  Jokowi Lantik Achmad Yurianto Jadi Ketua Dewas BPJS Kesehatan

BSI akan menjadi Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp20,42 triliun. Nantinya BSI akan menggunakan kode BRIS untuk melantai di pasar modal.

BRIS akan menjadi surviving entity. Karena, dari tiga bank syariah yang bergabung, hanya BRIS yang sudah melantai di pasar modal sejak Mei 2018 silam.

Sejak medio tahun lalu, isu penggabungan ini menyebabkan harga saham BRIS terbang. Meski demikian, di pertengahan Januari 2021, BRIS mengalami koreksi yang tajam. Berkali-kali BRIS menyentuh level auto reject bawah (ARB).

Baca:  Lagi, Anak Jokowi Pompom Saham Bali United

Pagi ini, BRIS kembali mengalami koreksi. Dibuka di perdagangan Senin pagi di harga 2.450, BRIS sempat menyentuh ARB. Saham BRIS anjlok hingga 2.270 hingga pukul 9.15 WIB. Padahal siang ini, BRIS akan diresmikan sebagai emiten Bank Syariah Indonesia. Lalu, apakah BRIS bisa mengakhiri pelemahan saham setelah pidato ? (tup/red)