IHSG Terjun Bebas, karena BPJS Ketenagakerjaan?
Ilustrasi

Elangnews.com, Jakarta – Tiga hari berturut-turut, Indeks Harga Gabungan () anjlok. Hari ini IHSG ditutup di level 5.985 atau turun 1,42% dari kemarin. Sementara sepanjang tiga hari ini sudah turun 3,67%.

Banyak para analis memperkirakan penyebab memerahnya IHSG pekan ini karena adanya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Salah satunya wacana pengurangan saham dan reksa dana (BP ).

Baca Juga:   Kinerja IHSG pekan ke-10 tahun 2021: Menembus Level Psikologis Rp6.300

BPJS Ketenagakerjaan memiliki dana kelolaan triliunan di pasar modal. Dia menjadi investor institusi raksasa.

Apabila BPJS Ketenagakerjaan menarik uangnya untuk memperkecil porsi investasi, itu artinya, ada arus uang keluar dari pasar modal dalam jumlah yang besar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan rencana pengurangan investasi tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR.

Baca Juga:   Ramai-ramai Klub Sepak Bola Indonesia Berencana Masuk Bursa Saham

Menurut Anggoro, langkah ini dilakukan dalam rangka Asset Matching Liabilities Jaminan Hari Tua (JHT). Ada tiga strategi yang disampaikan BP Jamsostek. “Pertama, strategi investasi dengan melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi dan investasi langsung sehingga bobot instrumen saham dan reksa dana semakin kecil,” kata Anggoro kemarin, (30/3).
(syah/red)