Gojek Didenda Rp3,3 Miliar Gara-gara Ini
Ilustrasi: .com

Elangnews.com, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha () secara mengejutkan memvonis PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek bersalah, Kamis (25/5/2021). Perusahaan aplikasi yang dirintias Nadiem Makariem ini diharuskan bayar denda Rp3,3 miliar.

Dalam perkara beregister 30/KPPU-M/2020, KPUU memvonis Gojek bersalah lantaran terlambat memberitahukan (notifikasi) akuisisi PT Global Sejahtera (Loket.com).

Dalam putusannya Majelis Komisi menyatakan Gojek melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Baca Juga:   KPPU Hukum Lion Air Bayar Denda Rp3 Miliar, Kok Bisa?

Gojek juga melanggar Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilan Saham Perusahaan yang dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kasus yang menjerat Gojek ini berawal ketika perusahaan ini mengakuisisi Loket.com pada 4 Agustus 2017 atas sebagian besar saham PT Global Loket Sejahtera. Perusahaan ini bergerak dalam bidang teknologi, khususnya penyediaan piranti lunak (software) berupa platform event dan event creator.

Secara yuridis akuisisi berlaku sejak 9 Agustus 2017. Dalam peraturan seharusnya Gojek memberitahukan KPPU, selambat-lambatnya 30 hari setelah pengambialihan saham atau pada 22 September 2017.

Baca Juga:   KPPU Sebut Ada Petinggi BUMN Tambang, Rangkap Jabatan di 22 Perusahaan

Majelis Komisi menyebut Gojek baru melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham kepada KPPU pada tanggal 22 Februari 2019.

“Gojek telah terlambat melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham selama 347 (tiga ratus empat puluh tujuh) hari,” kata Ketua Majelis Komisi untuk Perkara tersebut Ukay Karyadi dan anggotanya terdiri dari Guntur Syahputra Saragih dan Afif Hasbullah.⁣⁠ (Yat/Red)