Erick Thohir Optimis Bank Syariah Indonesia Bisa Sejajar dengan Al-Rajhi dan Albilad
Menteri BUMN, Erick Thohir

Elangnews.com, Jakarta – Holding Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi terbentuk. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mentargetkan BSI masuk dalam Top 10 Besar Dunia yang sejajar dengan bank Syariah terbesar di dunia, seperti Bank Al-Rajhi dan Bank Al-Bilad.

Bank Al-Rajhi dan Bank Al-Bilad merupakan bank syariah terbesar di dunia yang berasal dari Arab Saudi. Total aset Bank Al-Rajhi  per 2019, sebesar SR384,08 miliar atau setara Rp1.436,5 triliun. Sedangkan total aset Bank Al-Bilad sebesar SR86,07 miliar atau setara Rp322 triliun.

Erick menilai, BSI adalah bukti bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi muslim terbesar. Erick  berharap BSI menjadi energi baru bagi ekonomi Indonesia yang menerapkan prinsip financial justice dan stability in investment.

“Yang telah terbukti berhasil membawa tiga bank Syariah yang bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia ini mengarungi krisis pandemi Covid19, bahkan mampu menorehkan kinerja yang sangat positif dan membanggakan,” ujar Erick.

Baca:  Dihadiri Jusuf Kalla, Menteri Erick Thohir Luncurkan Program Plasma BUMN

Di dalam negeri, BSI masuk dalam peta persaingan utama perbankan nasional. Saat ini, BSI memiliki 1.200 kantor cabang yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN, Nawal Nely menambahkan, ada 20 ribu karyawan yang bekerja di holding BSI.

Kapasitas karyawan ini akan terus ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam menjalankan perbankan Syariah sehingga dapat meningkatkan efisiensi bisnis bagi perusahaan. “Dengan adanya merger ini, bukan hanya skala saja yang diharapkan bisa di-addressed, tetapi juga bisa meningkatkan economic of skill bagi karyawan yang itu penting sekali untuk sektor perbankan,” kata Nawal.

Potensi keuangan syariah dan Bank Syariah Indonesia bisa lebih besar ke depan dengan dukungan penuh pemerintah untuk turut mengembangkan rantai pasok ekonomi halal. Sebuah terobosan pemerintahan Jokowi menjadi harapan baru bagi kita semua untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi ini.

Baca:  Dirut BEI Nilai Saham BRIS, Pilihan Menarik bagi Investor

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 73 negara sebagai ekonomi syariah terbesar di dunia. Merger ini dianggap sebagai langkah yang tepat yang dilakukan pemerintahan Jokowi.

Hasil merger 3 bank anak BUMN tersebut akan memiliki aset hingga mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Angka dari jumlah aset dan modal inti tersebut akan menempatkan BSI ke dalam jajaran 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. BSI ditargetkan menjadi 10 besar bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapilatisasi pasar dalam waktu 5 tahun ke depan, yaitu di tahun 2025. (tup/red)