Dirut BEI Nilai Saham BRIS, Pilihan Menarik bagi Investor
.

Elangnews.com, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia tbk () dapat menjadi salah satu emiten yang layak dikoleksi. Direktur Utama (BEI) Inarno Djajadi menilai PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bisa menjadi pilihan menarik bagi investor usai diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Februari lalu di Istana Negara.

Inarno mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk juga merupakan perusahaan tercatat di BEI dengan kode saham BRIS. BRIS termasuk dalam 10 saham syariah dengan kapitalisasi pasar antara seluruh saham syariah yang tercatat di bursa. “Dengan pembentukan PT Bank Syariah Indonesia ini, saham BRIS akan menjadi pilihan yang sangat menarik bagi investor,” ujar Inarno pada pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis (04/02).

Inarno menuturkan, kehadiran Bank Syariah Indonesia () menjadi momen yang bersejarah di industri perbankan syariah. BSI merupakan hasil merjer dari tiga anak perusahaan BUMN besar yakni PT Bank Mandiri Syariah (BSM), PT Bank BRIsyariah Tbk., dan PT BNI syariah.

Penggabungan kekuatan ketiga bank syariah milik negara tersebut, lanjut Inarno, tentunya menjadikan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan fundamental yang kuat serta nilai aset yang besar dan berdaya saing global.”Kehadiran Bank Syariah Indonesia tentunya memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri syariah indonesia,” kata Inarno.

Baca:  Erick Thohir Optimis Bank Syariah Indonesia Bisa Sejajar dengan Al-Rajhi dan Albilad

Inarno mengatakan, selama lima tahun terakhir pasar modal syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif. Jumlah saham syariah mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 33 persen dari 318 saham syariah di akhir 2015 menjadi 426 saham syariah per 22 Januari 2021, atau sekitar 60 persen dari total saham tercatat di BEI dengan kapitalisasi syariah mencapai 3.500 triliun atau sekitar 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI.

Dari 51 saham baru yang tercatat di BEi tahun 2020 , 38 atau 74,5 persennya merupakan saham syariah. Menurut Inarno, perkembangan pasar modal syariah juga terlihat pada pesatnya pertumbuhan jumlah investor saham syariah dimana dalam lima tahun terakhir jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat.

Baca:  Meski Melemah, IHSG Menjadi Yang Terbaik di Bursa Asia

“1.650 persen. Di mana per desember 2020 investor saham syariah telah mencapai 85.891 investor atau sekitar 5,5 persen dari total investor saham indonesia. Artinya bahwasanya ruang untuk growth itu masih besar sekali untuk investor saham syariah,” ujar Inarno.

Menurutnya, beberapa pencapaian perkembangan dalam industri pasar modal syariah selama ini menjadikan Indonesia diakui sebagai pasar modal syariah terbaik di dunia. BEI pernah meraih penghargaan The Global Best Islamic Capital Market oleh BEI pada ajang penghargaan International Global Islamic Finance atua GIFA secara berturut-turut dalam dua tahun terakhir ini.

Inarno menambahkan, semoga hadirnya BSI juga mampu meningkatkan peringkat indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dalam persaingan di kancah keuangan internasional. “Kami optimis Bank Syariah Indonesia dapat bawa semangat baru dan pelayanan yang lebih optimal berlandaskan prinsip-prinsip syariah untuk semua lapisan masyarkaat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

(tup/red)