Dirut Bank Permata jadi Nakhoda Lembaga Investasi Negara
Tangkapan layar Direktur Utama LPI, Ridha Djuanda Muliawibawa Wirakusumah di Istana Negara. (SumberL Setpres)

Elangnews.com, Jakarta – Setelah tertunda berminggu-minggu, Presiden Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan Direktur Utama Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Pemerintah menetapkan Direktur Utama PT Bank Permata, Tbk. Ridha Djuanda Muliawibawa Wirakusumah memimpin LPI.

Menurut Jokowi LPI merupakan lembaga strategis untuk mempercepat pembangunan dengan mengoptimalkan aset-aset negara dalam jangka panjang. “Bisa menyediakan alternatif pembiayaan dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Jokowi, di Istana Negara, (16/2)

Jokowi berharap lembaga negara seperti DPR dan BPK maupun lembaga-lembaga negara lain mendukung kerja-kerja LPI agar bisa lebih inovatif. “LPI harus berani mengambil keputusan yang out of the box dengan tata kelola yang baik,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Baca:  Susi Pudjiastuti Balas Cuitan Staf Ahli Menkominfo

Menurut Jokowi, Indonesia harus mempunyai alternatif pembiayaan yang memadai untuk akselerasi menuju Indonesia maju. “INA akan menjadi mitra strategis bagi dalam dan luar negeri agar tersedia pembiayaan berkelanjutan,” kata Jokowi.

Di Bank Permata, salah satu prestasi Ridha, yaitu mampu menggaet Bangkok Bank untuk mengakuisisi Bank Permata. Harganya mencapai puluhan triliun rupiah.

Baca:  BEM Indonesia dan Rencana Penggulingan Jokowi: Palsu atau Fakta?

Selain Ridha, Jokowi juga mengumumkan direksi INA lainnya. Mereka adalah mantan Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman yang menjaba sebagai Deputy CEO. Lalu Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director of Creador, menjabat sebagai Chief Investment Officer.

Kemudian Country Risk Manager Indonesia Citi, Marita Alisjahbana menjabat sebagai Chief Risk Officer. Dan terakhir, eks Dirkeu PT Garuda Indonesia Tbk, Eddy Porwanto menjabat sebagai Chief Financial Officer.
(tup/red)