Dewan Beras Nasional: Kalau Dipaksakan Impor, Itu Subversif
Ilustrasi impor daging. (Sumber: Elangnews.com)

Elangnews.com, Jakarta – Bila pemerintah tetap memaksakan impor satu juta ton beras maka menteri-menteri yang memutuskan kebijakan itu kalau zaman dulu masuk kategori subversif. Kalau sekarang mungkin membangkang. Karena para menteri ini membangkang pada penyataan presiden yang melarang impor dan juga menolak patuh pada satu data (Badan Pusat Statistik/BPS).

Pernyataan itu salah satu dari sikap saat jumpa pers via daring, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga:   Arief Poyuono: Saya Itu Mau Menjerumuskan, Menampar dan Mencari Muka Jokowi

“Tidak ada alasan teknis apapun untuk impor 1 juta ton beras. Malah sampai akhir tahun pun tidak ada alasan impor,” kata Ketua Dewan Beras Nasional, Tony K.

Menurut Tony, karena keputusan sudah diputuskan Airlangga Hartarto, maka keputusan kini ada di tangan Presiden .

“Keputusan hanya ada di tangan Pak Presiden, diteruskan atau tidak jadi sehingga langsung masyarakat terutama petani jadi tenteram. Kalau dulu menteri yang memutuskan impor ini bisa dibilang subversif atau membangkang kepada Presiden,” kata Tony.

Baca Juga:   Rencana Impor Beras, Faisal Basri Ingatkan Tragedi 2018

Ketua Umum Plt. Dewan Beras Nasional Maxdeyul Sola menyatakan pihaknya juga dalam waktu dekat sudah menjadwalkan bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Mentan jangan dibiarkan sendirian. Kita sudah minta waktu. Semoga nanti ditemukan solusi. Mudah-mudahan kemelut akan berakhir dan tidak meresahkan masyarakat,” ujar Sola. (Yat/Red)