Atta Halilintar Sosok Inspiratif Ekonomi Kreatif, Ini Harapan Kadin Jakarta
dan (Foto: Instagram)

Elangnews.com, Jakarta – Atta Halilintar memang sosok fenomenal. Ditambah lagi nikah dengan Aurel Hermansyah, putri pesohor yang juga musisi terkenal . Klop sudah kolaborasi dua sosok penggerak tersebut.

Karena itu tidak berlebihan bila Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri () Jakarta Diana Dewi menaruh harapan kepada Atta Halilintar dapat menggerakkan sektor ekonomi nasional terutama di kalangan Generasi Z.

Pernikahannya yang menyedot perhatian nasional dan juga internasional karena disiarkan secara langsung lewat televisi dan streaming tak lepas dari tangan-tangan ekonomi kreatif. Pernikahan yang mewah dan megah semuanya dapat dikapitalisasi dan melibatkan sejumlah unsur ekonomi kreatif.

Baca Juga:   Sebelum Puasa, Atta Halilintar - Aurel Hermansyah Langsung Bulan Madu ke Dubai

“Saat ini publik sedang tertuju perhatiannya kepada pernikahan Atta Halilintar dengan putri seorang figur publik di Indonesia,” kata Diana merujuk ada pernikahan Atta dan Aurel Hermansyah yang dihadiri Presiden Jokowi dan sejumlah elite dan selebritas nasional kemarin.

Dengan jumlah subscriber di atas 16 juta dan nomor satu di Asia Tenggara, Atta memang fenomenal di kalangan generasi milenial. Dengan content yang diproduksi lewat YouTube selain mendatangkan uang baginya dan membuka lapangan pekerja juga membuat Indonesia terkenal di dunia internasional.

“Atta dikenal masyarakat sebagai seorang konten kreator yang berpengaruh, tidak hanya di Indonesia namun di Asia Tenggara. Untuk itu Atta sering digunakan oleh beberapa pihak termasuk Presiden Jokowi untuk menjadi influencer,” ujarnya.

Baca Juga:   Keseruan Atta-Aurel di Sahur Perdana Sebagai Suami Istri

Dewi mencatat generasi Z Indonesia berdasarkan sensus kependudukan 2020, proporsinya sangat besar mencapai 27,94% dari total penduduk Indonesia.

“Dan generasi milineal sebesar 25,87% kelompok ini memiliki seterotipe para milenial yang cerdas, berpengetahuan luas serta memiliki ide, inovasi dan kreativitas yang orisinil untuk menghasilkan karya-karya yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

“Inilah yang kemudian bisa kita berikan label sebagai kaum milenial yang inovatif dan kreatif (inokraf),” katanya. (Yat/Red)