Anggaran PEN Habis Triliunan Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi Masih Minus.
Menteri Keuangan . (Sumber: Minews.id)

Elangnews.com, Jakarta – Pemerintah sudah keluarkan ratusan triliun rupiah untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hanya saja, tetap terkontraksi alias minus. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 akan berada di angka -1% sampai -0,1%.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 akan bergerak positif. Karena mobilitas masyarakat di kuartal II sudah meningkat.

Baca Juga:   Anak Buahnya Diduga Disuap, Sri Mulyani: Pengkhianat

Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan program vaksinasi dan dampak pemberian stimulus fiskal. Aktivitas luar rumah juga menunjukkan sinyal positif dengan aktivitas di tempat perbelanjaan retail dan transportasi yang meningkat.

Di sisi lain, tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat juga belum naik. Walaupun, menurut Sri Mulyani, konsumsi akan meningkat ke depan. Lalu dari sisi investasi, Sri Mulyani menyebutkan bahwa investasi justru menandakan pemulihan dini.

Baca Juga:   Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2020 Minus 2,07%

Hal ini tercermin dari indikator pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menunjukkan perbaikan. Sedangkan kinerja neraca perdagangan diprediksi akan membaik seiring membaiknya perekonomian global.

Di 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar -2,07% dari . Sementara sejak kuartal II 2020 sampai kuartal IV 2020, ekonomi Indonesia selalu minus atau berstatus .
(syah/red)