Anak Buahnya Diduga Disuap, Sri Mulyani: Pengkhianat
Gedung Direktorat Jenderal . (Sumber: TIRTO/Andrey Gromico)

Elangnews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menyidik kasus dugaan suap ke salah satu pegawai Direktorat Pajak, Kementerian Keuangan. Dengan potensi kerugian negara, puluhan miliar. Dalam waktu dekat, akan menetapkan .

Anak buahnya terancam menjadi tersangka KPK, Menteri Keuangan Indrawati angkat bicara. Dia menjelaskan bahwa dugaan kasus suap yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Kementerian Keuangan.

Menurutnya, selama ini memegang teguh prinsip integritas dan profesionalitas. “Dugaan suap yang melibatkan pegawai DJP jelas merupakan pengkhianatan dan telah melukai perasaan pegawai baik di DJP maupun jajaran Kemenkeu di seluruh Indonesia,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Baca Juga:   KPK Panggil Ketua Komisi VIII DPR Sebagai Saksi Kasus Bansos Covid-19

Sri Mulyani menyatakan saat ini jajaran DJP dan Kemenkeu sedang bekerja keras untuk mengumpulkan penerimaan negara dalam rangka membantu masyarakat serta dunia usaha agar bertahan di tengah pandemi COVID-19.“Ini merupakan suatu hal yang sangat mengecewakan bagi kita semua,” tegasnya.

Baca Juga:   KPK Tangkap Gubernur Sulsel Dini Hari

Adapun kasus dugaan suap ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat pada awal 2020. “Pengaduan masyarakat atas dugaan suap terjadi pada 2020 awal yang dilakukan tindakan oleh unit kepatuhan internal Kemenkeu dan KPK,” ujarnya.

Sri Mulyani pun menginstruksikan kepada seluruh jajaran dan pimpinan unit di Kemenkeu agar terus melakukan pengawasan dan pembinaan sekaligus mengkaji kerangka integritas yang merupakan salah satu prinsip penting tata kelola instansi.
(tup/red)