Alasan Corona, 2 Juta Lebih Pekerja di PHK
Banyak pekerjadi karena wabah

Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Seperti yang kami lansir dari Liputan6.com, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, terdapat lebih dari 2 juta tenaga kerja yang terkena aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penyebaran wabah ().

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, “Dampak Covid-19 ini ternyata memang sangat luas. Yang kita rasakan ini berdampak pada sektor tenaga kerja.”
Di tengah situasi yang serba sulit ini, gelombang PHK terus saja berjalan.Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020, Ida menyampaikan, tercatat sebanyak 84.926 perusahaan telah merumahkan para pekerjanya.

  Menolak Berobat, Seorang Kakek Positif Corona Bikin Petugas Medis Kewalahan

Mengutip laporan tersebut, Ida mengatakan, terdapat sekitar 116 ribu perusahaan yang kegiatannya tersendat akibat penyebaran Covid-19, dengan jumlah karyawan PHK mencapai 2 juta orang lebih.

“Jadi totalnya antara sektor formal dan sektor informal, perusahaannya ada 116.370. Jumlah pekerjanya ada 2.084.593,” tuturnya.

Banyaknya jumlah pekerja yang di PHK juga diamminkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebut berdasarkan pemetaan yang dilakukan kementeriannya, sektor tekstil merupakan salah satu industri yang mengalami dampak terberat (hard hit) akibat virus corona .

  Aktivis Formappi, Lucius Karus : DPR Sudah Kehilangan Nurani Empati

“Kami memasukkan industri tekstil ke kelompok suffer karena data per hari ini sektor tekstil merumahkan 1,5 juta karyawan,” ungkapnya lewat video conference, pada Selasa (21/4). Semoga Pandemi ini segera berakhir agar tidak ada lagi pekerja yang di PHK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here