umkm
Asosiasi Indonesia (Akumindo) mengatakan 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah gulung tikar dan sekira 7 juta orang kehilangan pekerjaan sepanjang pandemi Covid-19. (Foto: Elangnews.com/Youtube)

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Muhammad Ikhsan Ingratubun Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengatakan 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah gulung tikar dan sekira 7 juta orang kehilangan pekerjaan sepanjang pandemi Covid-19.

“Dari catatan asosiasi kami, lebih kurang 7 juta orang kehilangan pekerjaan dari sektor informal atau paling banyak dari usaha-usaha mikro,” Ikhsan juga menambahkan, “Dan ini yang mungkin mencengangkan bahwa dengan dampak pandemi ini lebih kurang 30 juta UMKM terdampak gulung tikar atau gulung usaha,” ungkap Ikhsan dalam diskusi daring, Jumat (26/3).

Masih dari data yang sama, Ikhsan menjelaskan, pada 2019 jumlah UMKM ada 64 juta unit usaha, sedangkan selama pandemi berkurang drastis hampir 50 persen. Hingga saat ini usaha rakyat kecil itu hanya tersisa 34 juta unit usaha.

Baca Juga:   Luhut Targetkan Sekitar 30 Juta UMKM Naik Kelas pada 2023, Apa Maksudnya?

“Ini yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kita menurun atau minus,” ujarnya.

Ikhsan kemudian menjelaskan kebutuhan-kebutuhan UMKM saat situasi sulit seperti ini agar mampu bertahan dan bangkit, yakni akses pasar, akses pembinaan dan pelatihan, terakhir akses keuangan.

Terkait akses keuangan, Ikhsan mengungkapkan, ada tiga jenis bantuan pemerintah yang sudah berjalan. Pertama, pemberian banpres sebesar 2,4 juta untuk 12 juta unit usaha mikro, kedua program relaksasi utang dari , dan ketiga adalah program dari PEN yang bunganya di diskon hingga 3 persen.

“Kami juga bersyukur pemerintah sudah mengevaluasi PSBB menjadi PPKM, karena PSBB itulah yang mengakibatkan UMKM mengalami kesulitan. Terus terang kebijakan kita juga yang mengakibatkan UMKM menjadi gulung tikar,” tegas Ikhsan.

Adapun dari 30 juta UMKM yang bangkrut, Ikhsan memperkirakan sekira 20-25 juta dalam kondisi Non Performing Loan (NPL) atau kesulitan membayar pinjaman.

Baca Juga:   Ketua OJK Dukung Peningkatan Konsumsi Kendaraan Bermotor

“Dari riset kami, kurang lebih 20-25 juta UMKM hanya memperoleh omzet kurang 30 persen dari kondisi normal. Sehingga mereka kesulitan membayar gaji, apalagi membayar bunga bank,” ujarnya.

Ikhsan menyambut baik bantuan dari pemerintah. Hal tersebut membuat perlahan mulai bangkit meski tidak dapat kembali ke posisi seperti sebelum pandemi. Bagi pelaku UMKM yang tak dapat bantuan pemerintah rata-rata hanya mampu bertahan 2-3 bulan saja.

Ikhsan berharap program stimulus bantuan untuk UMKM dari pemerintah terus berlanjut. Meski vaksinasi sudah berjalan, namun pandemi Covid-19 belum berakhir sampai sekarang.

“Kami berharap program stimulus masih berlanjut di 2021 karena pandemi belum berakhir,” tutup Ikhsan. (trd/red)