Siti Fadilah dan Konspirasi Corona - Kategori berita: Berita Utama

ElangNews.com – Nama Supari menggema dan menjadi perbincangan publik. Pertemuannya dengan menghasilkan sejumlah tanda tanya besar. Jika benar apa yang diucapkannya bersama tentang adanya kemungkinan wabah adalah sebuah maka hal itu sangatlah memprihatinkan.

Ditambah dengan kisah dirinya yang juga menjadi korban dari sebuah konspirasi. Membuat semakin banyak misteri yang harus dipecahkan oleh bangsa ini. Seandainya Detektif Conan itu memang benar ada. Mungkin kita bisa menggunakan jasanya untuk mengungkap wabah yang kini telah mewabah di seluruh dunia.

Fadilah muncul karena kapasitasnya memang mumpuni untuk membicarakan sebuah pandemi. Ia pernah menjadi pahlawan saat pandemi flu burung menyerang Indonesia. Kehadirannya di kediaman Deddy Corbuzier karena ia merasa khawatir bahwa umurnya tidak lama lagi. Meski menurut perhitungan ia akan bebas 4 bulan lagi. Inilah yang menjadi titik permasalahannya. Fadilah melakukan podcast dengan Deddy saat dirinya masih dalam status tahanan. Itu melanggar aturan! Okelah, jika itu memang benar melanggar. Tapi jika isinya adalah sebuah kebenaran dan fakta yang perlu kita tahu. Rasanya sangat layak jika Fadilah dibiarkan untuk berbicara.

Siti Fadilah Supari adalah Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada tahun 2017, Siti Fadilah tersangkut kasus korupsi. Ia diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan alat kesehatan guna mengantisipasi Kejadian luar biasa (KLB) pada tahun 2005. Hakim pun menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda 200 juta kepada Fadilah.

Menurut Fadilah, kasus yang menimpanya adalah sebuah konspirasi dan ia yang menjadi korbannya. “Saya tidak korupsi pak. Saya mati untuk bangsa. Saya lah satu-satunya orang di dunia yang berhasil menyetop pandemi. Dan saya sekarang di penjara,” ungkap Siti Fadilah.

Kalimat yang terlontar dari Fadilah begitu pedih dan menyedihkan. Ia yang berjuang demi bangsa dan negara ternyata harus berakhir di penjara. Dan yang lebih menyakitkan adalah itu semua hanyalah rekayasa alias konspirasi. !

  Corona Kembali Telan Korban Jiwa, Telah Gugur Pejuang Kesehatan Dinkes DKI

Salah satu prestasi Siti Fadilah Supari adalah menang melawan WHO terkait keharusan menggunakan vaksin Flu Burung. Fadilah menolak dengan melakukan reformasi WHO. Ia berjuang bahwa flu burung tidak menular dan tidak perlu menggunakan vaksin. Hasilnya, Siti menang dan kondisi tersebut berhasil dihentikan.

“Dan saya membuktikan virus saya (virus di Indonesia) tidak menular, ini gambar virus saya, ini bentuk virus saya, itu kemudian saya protes juga ke PBB sehingga kemudian stop lah itu,” ucap Siti Fadilah.

Siti Fadilah bukanlah orang sembarang. Ilmunya bukan kaleng-kaleng. Jebolan S3 Universitas Indonesia ini mengambil kursus Kardiologi Molekuler di Heart House Washington dan kursus Epidemiologi di Universitas Indonesia (1997). Tahun 1998, beliau mengambil kursus Preventive Cardiology di Goteborg (Swedia) dan peneliti di Bowman Grey Comparative Medicine (Universitas Wake Forest, Amerika Serikat). Ia pun mendapat banyak penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Setelah kemenangan melawan WHO, tak lama kemudian Fadilah tersangkut kasus korupsi. Apakah ini sebuah konspirasi untuk menghancurkan kariernya karena telah berhasil mengalahkan ‘orang di balik layar’ yang berkeinginan untuk menjual vaksin. Mereka rugi besar dan ingin membalas dendam. Itu yang menjadi pertanyaan besar yang membuat banyak orang menduga-duga.

Deddy Corbuzier sepertinya tertarik dengan teori konspirasi. Dalam sejumlah tayangan podcastnya, ia mengundang Young Lex, Jerinx SID dan terakhir Mardigu Wowiek atau yang lebih dikenal dengan julukan Bossman Sontoloyo untuk menjadi narasumbernya. Ide dasarnya tentu tentang Teori Konspirasi.

Dalam kesempatan itu, Bossman Mardigu menyebut bukan berasal dari Wuhan, Cina.

Menurut Mardigu virus corona adalah ciptaan Amerika yang tidak mendukung Trump. Mereka sengaja menciptakan virus corona untuk tujuan dan kepentingan tertentu.

  Alasan Corona, 2 Juta Lebih Pekerja di PHK

Salah satu elite global yang paling gencar mencari vaksin corona adalah Bill Gates. Meski Fadilah tidak menyebut Bill Gates menjadi bagian dari konspirasi . Namun, Siti Fadilah Supari menyarankan pemerintah Indonesia tidak menggunakan vaksin virus corona buatan perusahaan farmasi yang memiliki keterikatan dengan Bill Gates.

Menurut Siti Fadilah Supari, lembaga penelitian di Indonesia sudah cukup mampu membuat vaksin sendiri. Karena perbedaan inang, vaksin dari luar belum tentu cocok untuk Indonesia.

Pertemuan antara Siti Fadilah Supari dan Deddy Corbuzier dianggap telah menyalahi aturan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham). Wawancara tersebut dinilai tak memenuhi syarat yang tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-01.IN,04.03 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kemenkumham dan UPT Pemasyarakatan.

Deddy pun menanggapi dirinya yang dianggap telah langgar aturan. Ia menjelaskan, tujuan dari podcast bersama Siti Fadilah adalah untuk kepentingan rakyat dan bangsa dalam melawan COVID-19.

“Informasi yang beliau milik dalam otaknya adalah yang berguna untuk pemerintah kita, berguna untuk bangsa kita, berguna bagi masyarakat kita untuk disampaikan,” ujar Deddy.

Podcast Deddy Corbuzier telah memberikan wacana baru bagi warga Indonesia. Tidak memandang suatu masalah dari satu sisi saja. Ini yang membuat podcast yang dipandunya ditonton oleh jutaan orang.

Meski menjadi perdebatan apakah wabah Corona ini murni sebuah wabah penyakit atau sebuah konspirasi besar elite dunia. Kita tak pernah tahu. Tapi kebenaran akan terungkap cepat atau lambat.

“Seluruh dunia tempat pembuat vaksin didukung oleh Bill Gates. Saya tidak mencurigai tapi orang bisa berpikir sendiri,” ujar Siti Fadilah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here