May Day 2020, Ini Tiga Tuntutan Buruh Indonesia

ElangNews.com yang diperingati setiap 1 Mei ini berlangsung dengan rasa empati yang tinggi. Karena perayaan 2020 diramaikan dengan aksi sosial, yakni memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) lengkap kepada tenaga medis di rumah sakit dan klinik.

Perayaan May Day tahun ini berbeda, jalanan benar-benar sepi. Para buruh mengurungkan niat mereka untuk demo di jalan. Salah satu alasan terkuat yang berhasil menggagalkan aksi demo mereka adalah virus Corona.

Di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) nasib buruh sangat memperihatinkan. Setidaknya lebih dari 2 juta pekerja telah di PHK. Dan ancaman PHK ini terus menghantui para buruh. Karena kemungkinan besar angka PHK akan terus bertambah seiring pandemi yang belum juga berakhir.

Dilansir dari Republika.co.id, Para serikat buruh, meski tak menggelar aksi demo, mereka sepakat untuk tetap menggelar kampanye lewat media sosial. Tujuannya ialah untuk menuntut hak-hak buruh yang ‘diabaikan’ selama pandemi. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa suara buruh pada peringatan Hari Buruh Nasional atau mempunyai tiga tuntutan.

Pertama, menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Kedua, menentang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi virus coroana atau Covid-19.

Ketiga, meliburkan buruh di tengah pendemi corona tanpa pemotongan upah maupun tunjangan hari raya (THR).

Said menyampaikan, perusahaan yang tetap melakukan PHK, agar diaudit oleh akuntan publik. Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah perusahaan benar-benar merugi atau menjadikan alasan pandemi untuk melakukan PHK buruh. Menurut dia, buruh masih tetap bekerja hingga saat ini.

Menurut Said, KSPI juga akan melakukan pemasangan spanduk di perusahaan dan tempat-tempat strategis terkait dengan tiga isu di atas. Termasuk seruan dan ajakan agar masyarakat bersama-sama memerangi Covid-19.

Said menyayangkan para buruh yang masih tetap bekerja di tengah pandemi corona, sehingga banyak pekerja yang diduga terpapar Corona dan meninggal dunia, misalnya di pabrik komponen otomotif di Tangerang, pabrik AC di Bekasi, pabrik alat musik di Jakarta, hingga pabrik rokok di Surabaya. Padahal kesemua daerah lokasi pabrik sudah ditetapkan PSBB, tapi mayoritas pabrik belum meliburkan buruhnya.

Sehingga KSPI mendesak agar perusahaan segera meliburkan buruh dengan tetap membayar upah dan thr penuh, agar daya beli buruh dan masyarakat tetap terjaga, jangan THR dibayar mencicil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here