Nadiem
Kunjungan Kerja Menteri dan Kebudayaan () ke Papua Barat (17/2/2021). Foto: .go.id

ELANGNEWS.COM, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) menyatakan akan tetap melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara nasional di tahun 2021 dengan sejumlah perubahan.

Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

“Tahun ini kami akan kembali menggelar PPDB secara nasional. Ada beberapa perbedaan yang ada pada Permendikbud terbaru tentang PPDB,” ujar Jumeri Dirjen PAUD Dikdasmen.

Jumeri menjelaskan peraturan menteri yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) dengan Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Baca Juga:   Polemik Hilangnya Frasa Agama Dalam Roadmap Pendidikan, Nadiem: Saya Kaget Mendengarnya

Adapun perubahan penting penyelenggaraan adalah sebagai berikut: pertama, batas umur masuk untuk siswa Dasar (SD) dimulai dari usia tujuh tahun. Kedua, jalur zonasi untuk jenjang SD minimal 70 persen.

Ketiga, Jumeri juga menyebut, bahwa Pemerintah Daerah () dapat melibatkan sekolah swasta dalam penyelenggaraan PPDB. Program ini baru dilaksanakan pada tahun 2021.

“Ini karena ada permintaan juga dari sekolah swasta untuk bisa ikut bersama dalam PPDB, dan nanti diatur oleh Pemda,” ujar Jumeri.

Keempat, tentang perpindahan kuota penyandang disabilitas dari jalur zonasi ke jalur afirmasi dalam PPDB 2021.

“Pada pelaksanaan jalur afirmasi PPDB 2021 akan diisi oleh sebagian besar untuk penyandang disabilitas,” tambah Jumeri.

Baca Juga:   Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Mendikbud: Kapasitas Hanya 50 Persen

Selanjutnya, kelima, lantaran banyak persoalan terkait Surat Keterangan Domisili (SKD) yang terjadi tahun lalu, Jumeri juga mengatakan bahwa Kartu Keluarga (KK) akan menjadi syarat utama dalam proses PPDB 2021.

“Tahun lalu, yang geger tentang Surat Keterangan Domisili (SKD), maka tahun ini dipersyaratkan untuk domisili adalah KK,” pungkasnya.

Perubahan terakhir, terkait jalur prestasi di tingkat pendaftaran siswa SMP, SMA dan seleksi SMK, akan menggunakan rapor yang dilampirkan surat keterangan peringkat nilai rapor dari sekolah asal siswa.

Untuk diketahui pada PPDB 2021, Kemendikbud tidak lagi menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) yang biasa dipakai untuk penerimaan siswa baru jalur prestasi. (trd/red)