Nadiem
Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kementerian dan Kebudayaan RI, Kamis (18/3/2021). Foto: youtube

ELANGNEWS.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan () menyayangkan rendahnya persentase yang sudah melaksanakan terbatas.

Nadiem mengatakan bahwa sejak bulan Januari 2021 semua zona sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran (PTM) terbatas, namun harus mendapat izin dari setempat.

“Untuk bisa mengakomodasi anak-anak kita yang gak punya akses internet atau dia benar-benar tidak bisa melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh), atau tidak punya headset, atau dia tidak punya gawai, itu alasan kenapa di bulan Januari kita berikan kewenangan ini kembali kepada masing-masing Pemda,” ujar Nadiem dalam Rapat Kerja Komisi X di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga:   Polemik Hilangnya Frasa Agama Dalam Roadmap Pendidikan, Nadiem: Saya Kaget Mendengarnya

Nadiem kemudian melanjutkan pernyataannya, “Tapi kenyataannya masih belum terjadi, karena total dari semua sekolah di Indonesia baru 15 persen yang melakukan tatap muka terbatas,” tuturnya.

Rendahnya persentase sekolah yang melaksanakan tatap muka terbatas, menurut Nadiem, tidak boleh terjadi dan harus terus ditingkatkan seiring dengan pelaksanaan vaksinasi massal kepada tenaga pendidik.

“Ini angka harus naik dan harus naik dengan cepat. Makanya dengan vaksinasi ini adalah salah satu solusi…,” tegas Nadiem.

Data yang dipaparkan Mendikbud, diketahui bahwa di zona hijau baru 56 persen sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Sedangkan di zona kuning hanya 28 persen.

Baca Juga:   Penerimaan Peserta Didik Baru Nasional 2021 Tetap Digelar, Kemendikbud: Ada Sejumlah Perubahan

Padahal sekolah-sekolah yang berada di dua zona tersebut sudah dibolehkan menggelar pembelajaran tatap muka sejak pertengahan 2020. Namun, jumlahnya masih sangat sedikit.

“Walaupun di zona hijau dan kuning, sejak pertengahan 2020 sudah diperbolehkan tatap muka, kenyataannya sekarang di zona hijau baru 56 persen dan zona kuning 28 persen, berarti ini adalah keputusannya pemda belum yakin untuk buka sekolah atau berbagai macam alasan lainnya,” pungkas Nadiem. (trd/red)