Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?
ElangNews.com – Video viral tentang anak yang diinjak sampai mati sempat membuat heboh warganet di Indonesia. Kelakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh 3 oknum wanita terhadap anak yang tak berdaya itu mendapat hujatan dan sumpah serapah. Lalu bagaimana ajaran Islam memandang kejadian ini? Terutama tentang perlakukan Muslim kepada hewan khususnya ?

Salah satu sahabat Nabi yang terkenal yaitu . Beliau adalah pembantu Nabi Muhammad SAW. Karena selalu bersama Nabi, maka tingkah laku Nabi tercatat dengan jelas dalam ingatan . Hingga dari dirinyalah banyak para sahabat yang lain meminta padanya tentang hadits dari Rosulullah SAW.

Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

Nama asli Beliau adalah Abdurahman bin Sakhr. Abdurahman adalah pemberian nama dari Nabi. Sebelumnya nama beliau Abdu Syam. Karena dinilai bermakna buruk digantilah nama beliau menjadi Abdurahman. Rasulullah juga memanggilnya dengan sebutan Abu Hurairah yang artinya Bapak Kucing. Hal itu dikarenakan beliau senang sekali dengan binatang yang bernama kucing itu.

Nabi Muhammad SAW pun memiliki kucing yang diberi nama Muezza. Suatu ketika Muezza tidur dijubah Nabi. Tidak ingin mengganggu tidur Sang Kucing, Nabipun akhirnya memotong jubahnya itu dibagian yang ditiduri oleh Muezza. Saat menerima tamupun terkadang Muezza ikut nimbrung dengan bermanja di paha Nabi Muhammad SAW.

  Anak Kucing Diinjak Sampai Mati, Adakah Pasal yang Bisa Menjeratnya?

Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

Sangat berat bagi siapa saja yang menyakiti hewan bernama kucing ini. Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di tanah,” (HR. Bukhari).

Sejatinya, bukan hanya kucing saja yang dilindungi. Semua hewan, baik itu hewan yang najis atau yang tidak, haram hukumnya untuk disiksa dan dianiaya. Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Allah mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran” [HR Al-Bukhari : 5515, Muslim : 1958] [Redaksi ini riwayat Ahmad : 6223]

Umar Bin Khatab pernah sangat marah saat mengetahui sejumlah pemuda yang mengikat burung lalu bergantian memanahnya. Bahkan terhadap hewan ternak yang akan disembelihpun dianjurkan untuk tetap berbuat baik. Yaitu dengan menajamkan mata pisau dan menyembelihnya tepat diurat utama leher.

Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

Banyak penelitian yang dilakukan oleh umat manusia belakangan ini tentang manfaat memelihara kucing. Ada sebuah survei menarik tentang kucing di Inggris tahun 2010. Survei dilakukan oleh University of Bristol terhadap pemilik hewan peliharaan di Inggris. Hasilnya cukup mengejutkan. Hasil survei menemukan orang yang memiliki kucing lebih mungkin memiliki gelar sarjana daripada rekan-rekan mereka yang suka anjing.

  Anak Kucing Diinjak Sampai Mati, Adakah Pasal yang Bisa Menjeratnya?

Pada 2014, seorang peneliti di Wisconsin mensurvei 600 mahasiswa dan menemukan bahwa pemilik kucing sebenarnya lebih pintar. Hal itu dikarenakan memelihara kucing tidak terlalu membutuhkan waktu khusus. Kucing terbiasa mandiri. Sehingga si pemilik kucing tidak merasa terbebani dengan keberadaannya.

Bagaimana Ajaran Islam Terhadap Kucing?

Penelitian lain yang lebih menarik adalah yang dilakukan oleh Mayo Clinic Center. Penelitian yang difokuskan pada bidang Sleep Medicine membuktikan bahwa 41 persen orang yang mengikuti penelitian lebih merasakan tidur nyenyak ketika memiliki kucing. Wow, keren kan?!

Melihat begitu kerennya memiliki kucing, apa kamu masih tega menganiaya mereka sampai mati? Oke Sobat Elang, semoga kita semua menjadi manusia yang memiliki hati penuh dengan cinta kasih. Karena ada sebuah kalimat bijak yang berbunyi : “Sayangilah mereka yang ada di bumi. Maka mereka yang di langit akan menyayangimu!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here